Persebaya vs Persijap 1-1: Juru Kunci Menolak Takluk
Alex Martin beberapa kali tak berkutik karena pengawalan ketat bek-bek Persijap.-Boy Slamet / Harian Disway-
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Persebaya Surabaya kembali gagal mengamankan kemenangan saat menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027, Jumat, 30 Oktober 2026. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Green Force harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1.
Hasil tersebut cukup mengecewakan bagi Persebaya. Sebab, tim asuhan Bernardo Tavares itu tampil sangat dominan dalam penguasaan bola. Green Force mencatatkan 75 persen ball possession, sedangkan Persijap hanya 25 persen.
Namun, dominasi tersebut tidak membuat permainan Persebaya berkembang sesuai harapan. Green Force kesulitan membongkar pertahanan tim tamu. Serangan yang dibangun terlalu sering mengandalkan umpan silang cepat atau early crossing dari sisi lapangan. Sangat template!
Persijap justru mampu memanfaatkan kesempatan dengan lebih efektif. Tim tamu bahkan sempat unggul lebih dahulu melalui gol Vasko Kalezić pada menit ke-55.
Persebaya baru berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan melalui Risto Mitrevski pada menit ke-90+2. Green Force sebenarnya sempat kembali mencetak gol setelah itu, tetapi gol kedua tersebut dianulir wasit.
Hasil 1-1 pun bertahan hingga pertandingan berakhir. Persebaya gagal memanfaatkan status tuan rumah untuk mengamankan tiga poin.
BACA JUGA:Persebaya vs Persijap: Kuasai Bola, Green Force Gagal Tembus Pertahanan Persijap di Babak Pertama
Jalannya Pertandingan Persebaya vs Persijap
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Persebaya yang cukup mencolok. Selain unggul 75 persen penguasaan bola, Green Force juga mencatatkan 14 sepak pojok, berbanding nol milik Persijap.
Persebaya melepaskan 12 tembakan. Lima di antaranya tepat sasaran dan tujuh lainnya melenceng. Sementara Persijap mencatatkan sembilan tembakan, terdiri atas lima tembakan tepat sasaran dan empat tembakan melenceng.
Menariknya, jumlah tembakan tepat sasaran kedua tim sama-sama lima. Artinya, meski lebih banyak menguasai bola, Persebaya tidak memiliki keunggulan dalam jumlah percobaan yang benar-benar mengarah ke gawang.
Persijap justru memperlihatkan efektivitas dalam memanfaatkan ruang. Mereka tidak membutuhkan penguasaan bola besar untuk memberikan ancaman kepada pertahanan Green Force.
Permainan Persebaya terlihat terlalu sering mengandalkan umpan silang cepat dari sisi sayap. Pola tersebut membuat serangan lebih mudah diantisipasi barisan pertahanan Persijap.
Green Force memang berulang kali mendapatkan kesempatan dari sisi lapangan. Namun, tidak semua umpan silang berhasil menemukan pemain yang berada di posisi ideal untuk menyelesaikannya.
Persijap tampil disiplin dengan menjaga organisasi pertahanan. Mereka membiarkan Persebaya menguasai bola, tetapi berusaha menutup ruang ketika tuan rumah mulai mendekati kotak penalti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: