AS Resmi Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme Setelah 47 Tahun

Selasa 25-08-2026,15:12 WIB
Reporter : Yulian Aditya Firmansyah*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Amerika Serikat (AS) resmi menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme (State Sponsor of Terrorism/SST) setelah 47 tahun pada Senin, 24 Agustus 2026.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pencabutan status itu dilakukan setelah berakhirnya masa wajib lapor selama 45 hari kepada Kongres. 

Ia juga mencabut penetapan Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) sebagai Specially Designated Global Terrorist (SDGT). 

“Keputusan tersebut merupakan satu lagi langkah bersejarah oleh Presiden Trump untuk memberikan jalan menuju kemakmuran bagi rakyat Suriah,” kata Rubio dalam pernyataan resmi. 

Washington menyebut keputusan tersebut sebagai langkah untuk membuka investasi swasta, mendorong pemulihan ekonomi, dan mengintegrasikan kembali Suriah ke dalam perekonomian global. 

BACA JUGA:Irak Kerjasama dengan AS Bangun Jalur Ekspor Minyak Baru Lewat Suriah, Selat Hormuz Bukan Lagi Jalur Utama

BACA JUGA:Presiden Ahmed Al-Sharaa Kunjungi Gedung Putih, Trump Berharap Suriah Jadi Negara Maju

Rubio mengatakan keputusan tersebut merupakan pengakuan atas tindakan dan komitmen pemerintah Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa untuk sepenuhnya menjauhkan Suriah dari tindakan terorisme internasional. 

Dalam setahun terakhir, pemerintah Suriah disebut telah mengambil sejumlah langkah untuk memerangi terorisme. 

Antara lain bergabung dengan Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS pada November 2017 serta menjalankan operasi untuk mengganggu jaringan ISIS, al-Qaeda, Hizbullah, dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran. 

AS sebelumnya telah melakukan pelonggaran sanksi terhadap Suriah. Pada Juni 2025, pemerintahan Trump menerbitkan perintah eksekutif yang mempercepat proses pencabutan sanksi, termasuk mengakhiri Program Sanksi Suriah dan status darurat nasional terkait negara tersebut. 

BACA JUGA:AS Serang ISIS di Seluruh Suriah, Balaskan Kematian 2 Tentara

BACA JUGA:Trump Luncurkan Sanksi Ekonomi Berat ke Iran, Negara-Negara Mitra Dagang Terancam

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyambut keputusan tersebut sebagai langkah bersejarah. 

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan al-Shaibani juga menyebutnya sebagai “langkah bersejarah” dan mengatakan pemerintah akan terus bekerja menghapus dampak isolasi serta menciptakan lingkungan yang berlandaskan transparansi, kepentingan bersama, dan rasa saling menghormati. 

Kategori :