Pendekatan tersebut memungkinkan fungsi kendaraan terus ditingkatkan. Yakni melalui pembaruan perangkat lunak secara berkala.
Sistem infotainment menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8155 dengan antarmuka Leap OS 4.0. Pengoperasian kendaraan menggunakan dua layar utama berukuran 14,6 inci dan 10,25 inci. Yang telah mendukung konektivitas nirkabel Apple CarPlay dan Android Auto.
Sistem kendaraan dikendalikan melalui unit kontrol pusat terintegrasi atau Central Control 4-in-1. Arsitektur tersebut menggabungkan empat fungsi utama: Smart Cockpit, Intelligent Driving, Power Domain, dan Body Domain.
Leapmotor, merek yang debut dalam GIIAS 2026 menghadirkan C10, produk otomotif yang mengusung pendekatan minimalis dengan karakter aerodinamis khas SUV urban.-Guruh D.N.-Harian Disway
BACA JUGA:Datang ke GIIAS Surabaya, Pulang Bawa VinFast Tanpa Banyak Cemas
Leapmotor C10 juga mendukung pembaruan Over The Air atau OTA. Kendaraan itu juga dibekali sistem audio Surround Sound 7.1-channel dengan 12 speaker berdaya 840 Watt.
Pada sektor keselamatan, Leapmotor C10 menggabungkan perlindungan pasif dan teknologi keselamatan aktif. Kabinnya dilengkapi struktur rangka baja serta tujuh titik airbag.
Sementara itu, sistem ADAS Level 2 memanfaatkan kombinasi lima radar dan satu kamera. Sebanyak 16 fungsi keselamatan tersedia.
Termasuk Adaptive Cruise Control, Lane Centering Control, Autonomous Emergency Braking, Blind Spot Detection, hingga Traffic Jam Assist.
BACA JUGA:GIIAS Surabaya 2026 Akan Hadir Lebih Luas dengan 37 Merek Otomotif
BACA JUGA:GIIAS 2026: VinFast Gandeng Danamon Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia
Dari sisi performa, Leapmotor C10 menggunakan motor listrik dengan sistem penggerak roda belakang atau RWD. Motor tersebut menghasilkan tenaga 165 kW atau setara 221 hp dengan torsi puncak 360 Nm.
Dengan tenaga tersebut, C10 mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 7,5 detik. Kecepatan maksimalnya mencapai 180 kilometer per jam.
Untuk pengisian daya, Leapmotor C10 mendukung DC Fast Charging CCS2 hingga 120 kW. Pengisian baterai dari 30 hingga 80 persen diklaim dapat dilakukan dalam waktu sekitar 24 menit. Kendaraan ini juga mendukung pengisian AC hingga 11 kW.
C10 dibangun menggunakan platform Cell To Chassis atau CTC 2.0 yang mengintegrasikan sel baterai langsung ke struktur kendaraan.