Folklor Maulid Nabi Muhammad yang Hidup di Kamal, Bangkalan: Ancak, Bukol, dan Berbagi

Kamis 27-08-2026,10:30 WIB
Reporter : Jiphie Gilia Indriyani*
Editor : Indria Pramuhapsari

BACA JUGA:6 Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Negara

Berbeda dengan buah-buahan yang diperebutkan, nasi kebulih yang sudah dikemas dalam wadah dibagikan merata satu per satu. Jika dalam bentuk tumpeng, maka nasi kebulih dipotong, diletakkan dalam wadah, lalu dibagikan merata. 


ANCAK berisi buah menjadi bagian penting dari tradisi Maulid Nabi di Kamal, Bangkalan. --Jiphie Gilia untuk Harian Disway

Di Kamal, perayaan berlangsung dari asar sampai selepas isya. Sampai malam tiba, anak-anak berpindah dari satu langgar ke lainnya. Mereka berebut buah, berburu hadiah-hadiah yang digantung, dan makan bersama.

Mereka mungkin belum memahami makna Maulid Nabi. Namun, melihat orang dewasa datang membawa ancak, duduk berdoa, berebut sajian, dan makan bersama adalah tradisi yang berharga untuk direkam.

Kelak, mereka pun akan melakukan hal yang sama. Dan, begitulah tradisi diwariskan. (*)

BACA JUGA:50 Contoh Tema Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Untuk Peringatan di Sekolah

BACA JUGA:Pesona Lagu Tradisional Jerman, Ujung Lero, dan Tari Kecak di Festival Seni Lintas Budaya 2026

*) Dosen Prodi Sastra Indonesia UINSA 

Kategori :