OpenAI dan Microsoft Digugat Seattle Times serta Newsday soal Hak Cipta di New York

Selasa 08-09-2026,07:30 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

OpenAI dan Microsoft sebelumnya juga telah menghadapi sejumlah sengketa hukum terkait data pelatihan. Serta dugaan pelanggaran hak cipta.

Salah satunya adalah gugatan yang masih berlangsung dengan New York Times dan sejumlah penerbit lainnya.

BACA JUGA:5 Alasan di Balik PHK 3.200 Karyawan Xbox oleh Microsoft

BACA JUGA:Microsoft Dikabarkan Pertimbangkan Pisahkan Xbox, Elder Scrolls dan Fallout Ingin Dipercepat

New York Times berpendapat produk perusahaan kecerdasan buatan itu bersaing dengan organisasi berita.

Menurut surat kabar tersebut, produk AI mampu menampilkan kembali karya mereka. Tanpa melakukan perubahan yang memadai berdasarkan perlindungan penggunaan wajar.


OpenAI digugat karena diduga mencuri konten untuk melatih produk AI seperti ChatGPT yang mampu menampilkan kembali karya konten tersebut tanpa melakukan perubahan yang memadai.--hindustantimes

Pekan lalu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengajukan Statement of Interest atau SOI dalam perkara tersebut.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau DOJ menyatakan keputusan yang memenangkan New York Times dapat menjadi pukulan bagi ruang redaksi lokal. Juga jurnalisme independen.

BACA JUGA:Microsoft Resmi Hentikan Sinkronisasi Samsung Gallery ke OneDrive Mulai 2026

BACA JUGA:Pilihan Laptop Microsoft Surface Terbaik untuk Mahasiswa dan Pekerja Kantoran

DOJ berpendapat kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan penerbit kecil untuk tetap bersaing dengan organisasi berita arus utama.

Pemerintah juga menyebut kemenangan New York Times dapat mengancam keamanan nasional. Dengan memperlambat kemajuan AI dan memberikan keuntungan kepada pesaing asing.

Pemerintahan Trump sebelumnya juga menggunakan argumen tersebut dalam upaya menghadapi litigasi terhadap pusat data kecerdasan buatan.

Kini, gugatan dari Seattle Times dan Newsday menambah daftar sengketa hukum yang dihadapi OpenAI dan Microsoft. Lagi-lagi masalah penggunaan data untuk pengembangan AI. (*)

Kategori :