Sinopsis Suanggi: Ilmu Kutukan, Suguhkan Teror Magis dari Indonesia Timur

Kamis 10-09-2026,12:46 WIB
Reporter : Nayla Tanti Purnama*
Editor : Indria Pramuhapsari

Di balik terornya, Suanggi: Ilmu Kutukan juga membawa persoalan keluarga dan warisan ilmu dari generasi ke generasi. Sutradara Dom Dharmo menjelaskan bahwa film tersebut sejak awal dibangun sebagai cerita horor yang juga berbicara tentang keluarga.

"Jadi kami tidak membuat film ini sebagai cerita biasa yang kemudian hanya ditambahkan unsur horor," ujar Dom Dharmo dalam konferensi pers. Menurutnya, cerita justru dimulai dari horor yang juga membicarakan keluarga dan warisan yang harus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

BACA JUGA:Sinopsis Perumahan Laddaland, Rumah Impian yang Berubah Menjadi Mimpi Buruk

BACA JUGA:5 Pemeran Perumahan Laddaland, Ada Titi Kamal dan Andri Mashadi, Delia Husein Jadi Hantu


KISAH berlatar keyakinan masyarakat Indonesia Timur disajikan dalam Suanggi: Ilmu Kutukan mulai 10 September 2026. -Cinema 21-YouTube

Suanggi dalam film ini juga diperkenalkan sebagai bagian dari kepercayaan yang memiliki tempat penting bagi masyarakat Indonesia Timur. Dom Dharmo menjelaskan bahwa suanggi bukan tentang sosok, melainkan manusia dan ilmu yang dapat digunakan untuk kebaikan maupun kejahatan.

Produser Bona Pascal menambahkan, suanggi awalnya adalah ilmu yang baik dan dapat membantu kehidupan masyarakat. Namun, semuanya bisa berubah ketika ilmu tersebut jatuh ke tangan orang yang serakah atau memiliki sifat buruk.

Konsep tersebut kemudian menjadi salah satu dasar konflik film. Teror yang dialami Beni dan warga Pulau Kladum tidak hanya berkaitan dengan hal supernatural, tetapi juga dengan bagaimana ilmu tersebut digunakan dan diwariskan.

Beni sendiri berada di tengah persoalan tersebut dengan kesalahan yang ia bawa sejak awal kepulangannya. Ketika ditanya apakah karakter tersebut merupakan korban keadaan atau justru penyebab masalah, Pangeran Lantang dalam konferensi pers menyebut Beni bisa dibilang sebagai penyebab kekacauan.

BACA JUGA:Sinopsis Toko Perlengkapan Mayat, Ritual Pelaris Berujung Petaka yang Meneror Satu Keturunan

BACA JUGA:4 Pemain Toko Perlengkapan Mayat, dari Warlok Makassar hingga Kreator Konten

Sementara itu, Gia ikut terseret ke dalam masalah setelah datang ke Pulau Kladum bersama Beni. Ia tidak mengetahui seluruh rahasia yang dibawa kekasihnya hingga akhirnya harus menghadapi teror yang jauh dari bayangannya.

Aroba yang diperankan Iwa K juga memiliki hubungan dengan konflik utama. Dalam konferensi pers, Iwa K mengungkap bahwa Aroba berkaitan dengan warisan ilmu yang berhubungan dengan Beni.

Dalam film tersebut muncul tokoh Bapa John yang diperankan Yohannes Yewen. Berbeda dari karakter sebelumnya dalam film, Yewen mengaku harus melakukan penyesuaian besar untuk memerankan sosok tersebut.

"Saya harus benar-benar menjadi Father John yang berbeda 180 derajat," ujar Yewen. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya melakukan persiapan khusus karena menganggap peran tersebut bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah panggilan.

BACA JUGA:Sinopsis Lastri: Arwah Kembang Desa, Horor Urban Legend yang Jadi Film Terakhir Gary Iskak

Kategori :