Ketika Trump Menjual 'Amerika'

Ketika Trump Menjual 'Amerika'

ILUSTRASI Ketika Trump Menjual 'Amerika'.-Arya/AI-Harian Disway-

LUSA PAGI saya mampir membeli lumpia di Sanur. Penjualnya orang Bali. Sebut saja Pak Kadek. Ia berdiri di depan wajan sambil menawarkan dagangannya kepada orang yang lewat.

”Lumpia, Pak. Masih panas. Isinya banyak.” Kalimat terakhir itu menarik perhatian saya. Isinya banyak.

Saya jadi berpikir: rupanya lumpia dan politik punya sedikit persamaan. Orang pertama-tama melihat kulitnya. Harus kelihatan renyah. Warnanya harus bagus. Baunya harus membuat orang berhenti berjalan.

Baru setelah membeli, orang tahu isinya. Rebungnya banyak atau tidak. Ayamnya ada atau cuma disebut di papan. Sausnya enak atau hanya merah.

Politik juga begitu. Yang pertama kita terima bukan hasil pemerintahan. Yang pertama datang adalah kemasan. Slogan. Janji. Angka. Musuh. Harapan.

BACA JUGA:Membaca Psikologi Politik di Balik Manuver Global Trump

BACA JUGA:Paus vs Trump, Ketika Suara Damai Dibungkam Kekuasaan

Baru beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian kita membuka kulitnya dan bertanya: isinya sebenarnya apa?

Pak Kadek mungkin tidak tahu, tetapi pagi itu ia membantu saya memahami Donald Trump. Bukan Donald Trump sebagai presiden. Bukan Trump sebagai pengusaha. Bukan pula Trump sebagai tokoh kontroversial.

Saya sedang tertarik pada satu kemampuan yang mungkin justru paling menentukan karier politiknya: Seni Membungkus Janji 

Tidak berarti semua yang diomongkan kosong. Justru di situlah menariknya. Ada yang benar. Ada yang setengah benar. Ada yang sudah dilakukan. Ada yang baru rencana. Ada yang dibesar-besarkan. Ada pula yang begitu fantastis sehingga orang berhenti memeriksa angka dan memilih menikmati pertunjukannya.

BACA JUGA:Sindiran Cerdas Iran Mematahkan Ancaman Trump

BACA JUGA:'I Can Change My Mind in Seconds,' Katastrofe Donald Trump?

Trump sangat memahami satu prinsip dasar politik modern: orang tidak selalu memilih laporan terbaik. Orang sering memilih cerita yang paling mudah mereka ingat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: