Ducati Racik Desmosedici 850 cc Lewat Superkomputer Lenovo

Kamis 10-09-2026,19:16 WIB
Reporter : Bagus Aji
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY - Ducati Corse resmi menghentakkan peta persaingan MotoGP dengan meluncurkan proyek mahakarya GP27, sebuah monster berkapasitas 850 cc yang dirancang khusus untuk menguasai era baru regulasi 2027.

Di saat pabrikan rival masih berjuang membedah peta kekuatan musim berjalan, raksasa otimotif Italia ini justru melompat lebih jauh ke depan dengan menggandeng Lenovo untuk mengoperasikan superkomputer berkecepatan lebih dari 108 TFLOPS.

Kolaborasi teknologi mutakhir dan validasi agresif dari penguji kawakan Nicolo Bulega di lintasan ini menjadi sinyal bahaya bagi seluruh kompetitor: Ducati tak sekadar bersiap menghadapi masa depan, mereka sedang mendesain ulang peta dominasi balap motor dunia.

Di tengah sengitnya perebutan gelar juara dunia musim 2026, pabrikan asal Borgo Panigale, Ducati Corse, rupanya sudah bergerak cepat merancang motor masa depan mereka untuk regulasi baru tahun 2027.

​Regulasi teknis MotoGP 2027 membawa perubahan drastis: penggunaan mesin 850 cc, pembatasan aerodinamika, penghapusan Ride Height Device, serta peralihan ke pemasok ban Pirelli.

Aturan itu memaksa Ducati Corse mendesain ulang platform Desmosedici GP dari nol, mulai dari dapur pacu, sasis, hingga aerodinamika, sembari tetap memfokuskan pengembangan motor untuk musim 2026.

​Para insinyur Ducati harus membagi konsentrasi secara paralel: merengkuh gelar juara dunia melawan gempuran Aprilia dengan Desmosedici GP saat ini, sekaligus meracik GP27 'sang monster 850 cc' untuk era baru.

BACA JUGA:Sirkuit Misano Gandeng Pininfarina, Hadirkan Trofi Baru untuk MotoGP San Marino 2026

BACA JUGA:Krisis Pembalap Tech3! Pol Espargaro Turun Gunung Lagi Gantikan Vinales di GP San Marino

Upgrade Supercomputer Lenovo HPC Jadi Solusi Cerdas

​Guna mengatasi beban kerja ganda (double workload) yang begitu berat tanpa mengorbankan salah satunya, Ducati Corse bersama mitra teknologi utamanya, Lenovo, resmi memperluas dan meng-upgrade infrastruktur High-Performance Computing (HPC) milik tim.

​Dengan tambahan daya superkomputer Lenovo, para insinyur Ducati dapat menjalankan simulasi mesin dan aerodinamika dalam jumlah yang jauh lebih banyak secara bersamaan.

Peningkatan infrastruktur HPC Lenovo di Ducati Corse menghadirkan:

  • ​Kapasitas komputasi menembus lebih dari 108 TFLOPS (Double Precision).
  • ​Performa komputasi naik sekitar 48% dibandingkan generasi compute nodes sebelumnya.
  • ​Kapasitas RAM melonjak hingga dua kali lipat.
  • ​Simulasi 3D Computational Fluid Dynamics (CFD) mesin 850 cc mampu memangkas waktu hingga 50%.
  • ​Kalkulasi kekuatan material dan komponen 30% lebih cepat.


Michele Pirro (51), saat menguji motor Desmosedici GP27 di sirkuit Misano, pada 13 April 2026--Twitter M Sports @MSports_all

Lewat infrastruktur ini, ribuan skenario serta variasi desain komponen dapat diuji dan diseleksi secara virtual terlebih dahulu. Hanya solusi paling efisien yang akan diproduksi menjadi komponen prototipe fisik untuk diuji di trek.

Alhasil, waktu pengembangan menjadi lebih singkat, biaya R&D makin hemat, dan tingkat presisi tiap komponen kian tinggi.

​“Lenovo kembali mendukung kami dengan teknologi mutakhir yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan desain dan pengembangan sepeda motor,” ujar Davide Barana, Direktur Teknis Ducati Corse.

​“Kami memerlukan daya komputasi yang cukup untuk menyelesaikan desain Desmosedici GP generasi berikutnya, sekaligus terus mengembangkan motor musim berjalan demi memperebutkan gelar juara dunia,” lanjutnya.

BACA JUGA:Fabio Di Giannantonio Tinggalkan VR46 Ducati Demi Pabrikan KTM

BACA JUGA: Sukses di Formula 1, Liberty Media Sulap MotoGP Jadi Atraksi Hiburan Kelas Dunia

​Simulasi Komputer dan Aerodinamika Jadi Kunci

​Peran simulasi digital kian krusial bagi Ducati, terlebih dengan adanya pembatasan tes privat (Concessions System). Karena alokasi hari uji coba di lintasan sangat terbatas, strategi terbaik adalah merampungkan sebanyak mungkin pengujian awal di laboratorium virtual.

​Berkat superkomputer Lenovo yang lebih bertenaga, model simulasi digital Ducati kini jauh lebih kompleks dan presisi mendekati kondisi riil di sirkuit. Para insinyur bahkan bisa membedah efek sekecil apa pun dari perubahan desain winglet terhadap stabilitas sasis serta dinamika motor secara keseluruhan.

“Sistem komputasi berkinerja tinggi dan analisis data memainkan peran yang sangat menentukan dalam mempercepat kedua program pengembangan kami secara simultan,” tambah Barana.

​Hasil Uji Trek Prototipe 850 cc

​Pengembangan ini tak berhenti di atas kertas atau layar monitor. Ducati sudah mulai menguji prototipe Desmosedici 850 cc di lintasan balap sesungguhnya.

Test rider Ducati, Nicolo Bulega, tercatat telah beberapa kali menguji coba prototipe tersebut. Bulega memberikan sinyal positif dan menilai motor anyar ini sudah memiliki basis awal yang sangat solid.

​Menariknya, meski kapasitas mesin dan tenaganya lebih kecil dibandingkan mesin 1.000 cc saat ini, selisih catatan waktu lap (lap time gap) yang dihasilkan di lintasan ternyata kian tipis.

Saat Bulega sibuk memvalidasi data di sirkuit, para insinyur di Borgo Panigale terus menyaring berbagai opsi desain secara virtual.

Tambahan daya gedor komputasi dari Lenovo, diyakini bakal menjadi senjata rahasia Ducati untuk mempertahankan dominasi mereka di era 850 cc mendatang.

​Lewat penguatan teknologi ini, menarik untuk ditunggu: Akankah strategi simulasi digital Ducati kembali membuat para rivalnya kelimpungan pada 2027 nanti?(*) 

Kategori :