Anggaran triliunan rupiah yang selama puluhan tahun habis disiramkan ke atas kobaran api sudah saatnya dialihkan untuk membangun benteng pencegahan permanen melalui restorasi lanskap, riset teknologi lingkungan terapan, dan reformasi penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu.
Masa depan udara Nusantara bergantung pada kemauan kita untuk meninggalkan cara lama yang terbukti gagal dan merangkul inovasi nyata yang menyentuh akar masalah.
Kita tidak bisa terus-menerus berharap hasil yang berbeda jika langkah yang kita ambil setiap tahun selalu sama persis. Sampai kapan kita akan terus membiarkan anak-anak kita menghirup pekatnya kabut asap sambil menyaksikan drama pemadaman yang sama diputar ulang di layar kaca?
Jawaban atas pertanyaan itu hanya ada pada satu kata, yaitu keberanian kita untuk menghentikan ritual usang tersebut dan beralih ke transformasi tata kelola lingkungan yang cerdas, berkeadilan, dan berkelanjutan. (*)
*) Hery Purnobasuki adalah guru besar FST, Universitas Airlangga, dan ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Universitas Airlangga.