Akhirnya, misi itu benar-benar dimulai. Senin, 14 September 2026, KRI Wahidin Sudirohusodo-991 berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) melepas Satgas Terpadu Port Visit 2026. Kami pun siap menjadi diplomat yang bergerak di ranah misi kemanusiaan.
PAGI itu, kesibukan benar-benar terasa di kapal putih dengan lambang palang merah di lamnbungnya tersebut.
Di dalam kapal rumah sakit itu, para personel Satgas Terpadu Port Visit 2026 sudah sibuk sejak pagi. Mereka berkumpul dengan seragam masing-masing. Ada prajurit TNI, anggota Polri, akademisi, mahasiswa, relawan, hingga jurnalis.
Di hanggar heli, mereka berlatih yel-yel. Yel-yel itu sudah dipelajari sejak malam sebelumnya. Suaranya menggema di ruang yang luas. Sesekali terdengar aba-aba untuk mengulang bagian yang belum kompak.
Beberapa saat kemudian, suasana berubah. Rombongan pejabat datang. Yel-yel pun kembali berkumandang. Menyambut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Sejumlah pejabat turut serta.
Di hanggar heli itulah Djamari memberikan arahan kepada seluruh personel.
BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (4): Tiba-Tiba Menjadi ABK
BACA JUGA:Ribuan Mahasiswa Baru Untag Surabaya Ambil Atribut PKKMB 2026, Antusias Sambut Kehidupan Kampus
Pesannya sederhana. Pelayaran sekitar 60 hari itu bukan sekadar perjalanan kapal perang. KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 membawa misi kemanusiaan sekaligus diplomasi ke kawasan Pasifik dan Oseania.
Tema pelayaran ini adalah Health, Humanity, and Diplomacy. Semangatnya, Bridging Nations, Serving Humanity.
“Indonesia hadir di kawasan Pasifik bukan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan menghadirkan kepedulian, membangun kepercayaan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Djamari.
Selain memberikan arahan, Djamari bersama rombongan meninjau kesiapan kapal. Perbekalan diperiksa. Fasilitas rumah sakit dilihat. Material yang akan dibawa dan disumbangkan di empat negara tujuan juga menjadi bagian dari persiapan.
Ya, KRI itu akan berlayar menuju Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini. Di negara-negara tersebut, satgas akan menjalankan pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, pertukaran budaya, serta kerja sama di bidang pertahanan, kemaritiman, pendidikan, dan ekonomi.
KOMANDAN SATGAS sekaligus Komandan KRI Wahidin Sudirohusodo Kolonel Laut (P) Benedictus Heru Murwanto menyambut Menko Polkam Djamari Chaniago.-DOK. UNTAG SURABAYA-
Misi ini juga menjadi kerja bersama lintas institusi. Sebanyak 318 personel terlibat. Mereka terdiri atas 247 personel TNI AL, 21 personel TNI AD, 15 personel TNI AU, empat personel Polri, serta 31 personel gabungan dari Kemenko Polkam; Kementerian Pertahanan; Kementerian Kesehatan; Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; pendeta dan dosen relawan, jurnalis, serta mahasiswa dari berbagai kampus.