Prabowo: Demokrasi Bisa Dibajak dan Dibeli, Buzzer hingga Robot Jadi Sorotan

Sabtu 19-09-2026,08:33 WIB
Reporter : Pandu Jaya Winanga*
Editor : Mohamad Nur Khotib

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto menyoroti potensi ancaman terhadap demokrasi Indonesia yang menurutnya dapat muncul dari kelompok dengan kekuatan ekonomi besar.

Prabowo mengatakan kekuatan ekonomi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memengaruhi proses demokrasi, termasuk melalui penggunaan uang serta propaganda digital.

BACA JUGA:Prabowo Ungkap Baca Buku 'Warrior of the Light' Karya Paulo Coelho saat di Masa Sulit, Mengapa?

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat, 18 September 2026.

“Kita harus hati-hati bahwa demokrasi bisa dibajak, demokrasi bisa dibeli, mereka-mereka yang punya kekuatan ekonomi besar, mereka-mereka yang punya uang banyak, dan terutama mereka-mereka yang uangnya didapat dengan cara yang tidak halal alias mereka, mereka mau, membajak demokrasi kita,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian memaparkan bentuk ancaman yang dapat terjadi ketika kelompok dengan kekuatan ekonomi besar berusaha menggunakan uang untuk memengaruhi berbagai pihak.

Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menyasar tokoh politik, tetapi juga dapat diarahkan kepada aparat penegak hukum hingga pejabat pemerintahan.

“Mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita, mereka mau beli nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok presiden, dengan uang mereka,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa ancaman terhadap demokrasi tidak selalu dilakukan melalui praktik politik uang secara langsung.

BACA JUGA:LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Prabowo: Indonesia Mampu Kelola Aglomerasi 42 Juta Penduduk

Perkembangan teknologi digital, kata Prabowo, juga dapat dimanfaatkan untuk memengaruhi opini dan pola pikir masyarakat.

Prabowo menyoroti penggunaan algoritma, buzzer, hingga akun robot yang menurutnya dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan dan fitnah melalui media sosial.

Ia mengatakan kekuatan finansial dapat digunakan untuk mengelola berbagai instrumen digital tersebut sehingga informasi tertentu dapat disebarluaskan secara masif.

“Dengan uang, mereka memelihara algoritma pakai buzzer-buzzer, robot-robot. Anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak, coba mereka pengaruhi dengan fitnah. Alhamdulillah, rakyat kita tidak bodoh,” tegasnya.

Prabowo juga mengaitkan perkembangan teknologi informasi dengan perubahan bentuk ancaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kategori :