Adapun faktor ketiga adalah arah kebijakan suku bunga The Fed. Meskipun bank sentral AS sebelumnya mengisyaratkan penyesuaian suku bunga, adanya intervensi politik serta ekspektasi pemangkasan lanjutan di masa mendatang membuat investor mencari aset lindung nilai (safe haven).
"Goncangan geopolitik, dinamika politik domestik AS, hingga kebijakan bank sentral global membuat pasar merespons cepat. Kondisi ini sangat wajar jika turut mendorong nilai tukar rupiah dan harga logam mulia bergerak di level yang lebih tinggi pada periode mendatang," tandas Ibrahim. (*)