Ini Alasan BI Cetak Ulang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo

Sabtu 26-09-2026,10:20 WIB
Reporter : Pandu Jaya Winanga*
Editor : Mohamad Nur Khotib

BACA JUGA:FGD Bank Indonesia-Akademisi dan Peneliti 29 Juli–1Agustus 2026 (5): Joglo Ayu Tenan, Pemberdayaan Ekonomi

“BI punya target money supply seperti ini, pemerintah punya target issuance seperti apa, nah itu kemudian kita diskusikan termasuk di situ adalah berapa banyak BI berencana untuk mengeluarkan uang kartal atau mencetak uang kertas dan uang logam,” pungkasnya.

Uang rupiah yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan menarik perhatian kolektor merupakan uang kertas Tahun Emisi (TE) 2022 pecahan Rp100 ribu.

Meski menggunakan desain Tahun Emisi 2022, uang tersebut tercatat memiliki tahun cetak 2026. Pada uang itu tercantum tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan dan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.

BACA JUGA:FGD Bank Indonesia-Akademisi dan Peneliti 29 Juli–1 Agustus 2026 (1): Memperkuat Independensi Bank Sentral

BI menjelaskan penerbitan uang tersebut berkaitan dengan proses pencetakan uang yang dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat.

Dengan demikian, adanya tanda tangan pejabat yang sebelumnya menjabat dalam uang yang dicetak pada 2026 merupakan bagian dari tahapan produksi uang yang telah berjalan, bukan pencetakan yang dilakukan secara mendadak. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kategori :