KAI Ajak Masyarakat Menelusuri Jejak Awal Kereta Api Indonesia

Sabtu 26-09-2026,21:42 WIB
Reporter : Ave Sena
Editor : Thoriq S Karim

SEMARANG, HARIAN DISWAY — Jejak awal perkeretaapian Indonesia kembali ditelusuri melalui perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) rute Semarang Tawang–Tanggung–Kedungjati, Jumat, 25 September 2026. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari KAI Heritage Week 2026 yang mengangkat sejarah, heritage, kebudayaan, dan kebangsaan Indonesia.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak peserta melihat langsung sejumlah titik yang memiliki kaitan dengan sejarah awal perkembangan kereta api di Jawa Tengah. Perjalanan dimulai dari Stasiun Semarang Tawang, kemudian menuju Stasiun Tanggung, sebelum berakhir di Stasiun Kedungjati.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia kepada masyarakat.

“KAI Heritage Week 2026 membawa tema perjalanan sejarah, heritage, kebudayaan, dan kebangsaan Indonesia,” katanya. 

BACA JUGA:Prabowo Percepat Proyek Kereta Api Trans Kalimantan, Tiongkok dan Rusia Berebut Jadi Investor

BACA JUGA:Ada Rembesan Baru Lumpur Lapindo Sidoarjo, Bagaimana Nasib Perjalanan Kereta Api?

Ia melihat bagaimana kereta api memiliki perjalanan panjang sejak awal dibangun hingga berkembang menjadi moda transportasi yang melayani masyarakat Indonesia.

Lintasan Semarang–Tanggung memiliki posisi penting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Jalur sepanjang sekitar 25 kilometer tersebut dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Pembangunan diawali pencangkulan pertama pada 17 Juni 1864 di Kemijen, Semarang. Setelah melalui proses pembangunan, jalur Semarang–Tanggung resmi beroperasi pada 10 Agustus 1867.

Peristiwa itu menjadi tonggak awal perjalanan kereta api di Indonesia. Kehadiran jalur rel kemudian membuka perkembangan baru transportasi berbasis kereta sekaligus mendukung mobilitas manusia dan distribusi barang antardaerah.

BACA JUGA:Promo Tarif Kereta Api selama Arus Balik, Ini Harga dan Jalurnya

BACA JUGA:Cek Sisa Tiket Kereta Api Lebaran untuk Keberangkatan April 2026!

Stasiun Tanggung menjadi salah satu saksi sejarah perkembangan awal tersebut. Dari Tanggung, perjalanan KLB dilanjutkan menuju Stasiun Kedungjati yang juga memiliki peran penting dalam perkembangan jaringan kereta api di Jawa Tengah.

Pada masa perkembangan awal perkeretaapian, Kedungjati menjadi titik strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah. Stasiun tersebut berkembang sebagai bagian dari jaringan NIS yang terhubung menuju Surakarta dan Ambarawa.

Salah satu tonggak pentingnya adalah pembukaan lintas Kedungjati–Ambarawa pada 21 Mei 1873. Pembukaan jalur tersebut memperluas jaringan kereta api sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah.

“Stasiun Tanggung menjadi pengingat bagaimana perjalanan kereta api Indonesia dimulai sejak 1867. Sementara Kedungjati menunjukkan bagaimana jaringan kereta api terus berkembang dan menghubungkan berbagai wilayah,” kata Bobby.

Kategori :