Pembunuhan Mozza Axillia di Semarang setelah 16 Bulan: Intim Tanpa Radar

Pembunuhan Mozza Axillia di Semarang setelah 16 Bulan: Intim Tanpa Radar

ILUSTRASI Pembunuhan Mozza Axillia di Semarang setelah 16 Bulan: Intim Tanpa Radar.-Arya/AI-Harian Disway-

”Hilangnya” Mozza Axillia, 18, di Semarang, Jateng, sudah membeku. Dia menghilang sejak Rabu, 25 Juni 2025. Berkat ayah Mozza, Singgih Gunarsa, 42, membuka tablet, ketemulah komunikasi Mozza dengan Mahendra Very, 22. Polisi menangkap Mahendra yang mengakui membunuh Mozza.

KASUS ini unik. Mirip di film-film dokumenter kriminal nyata. Pembunuhan yang nyaris tak terungkap berubah jadi amarah Singgih saat melihat tersangka Mahendra menjalankan rekonstruksi Pembunuhan yang diawasi polisi dan jaksa. 

Rekonstruksi digelar Rabu, 7 Oktober 2026. Lokasinya (TKP pembunuhan Mozza) di kamar kos nomor 8, lantai 2, Jalan Sriwijaya, Candisari, Semarang. Itu dulu kamar kos tersangka Mahendra.

Begitu Mahendra tiba, dikawal polisi, ditonton warga, Singgih menyeruak maju. Ia meninju kepala Mahendra dengan emosional. Untung, polisi cepat mencegah serangan lebih lanjut.

 ”Maaf, Pak. Saya terlalu emosi,” ujar Singgih kepada tim polisi yang mengawal jalannya rekonstruksi. Polisi memaklumi. Lalu, Singgih diminta menjauh. 

Konstruksi perkara demikian: Mozza cantik, berhijab. Dia anak pertama Singgih dari dua bersaudara. Dia tinggal bersama ortu di Dusun Gebugan, RT 04/RW 01, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Semarang.

Rabu sore, 25 Juni 2025, Mozza meninggalkan rumah naik motor Honda Vario 125 warna hitam nopol H 5344 ALC.

Dia pamit ke keluarga hendak pergi mengembalikan laptop temannyi di sekitar kawasan Kodam Diponegoro, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Mozza hari itu tidak pulang. Esoknya juga tidak pulang. Keluarganyi mencari ke rumah teman di dekat kantor kodam. Jawaban si teman, Mozza tidak pernah ke situ.

Keluarga mencari ke mana-mana, tidak ketemu. Keluarga lapor polisi kehilangan Mozza. Polisi mencari juga, tidak ketemu.

Sejak itu kasusnya macet. Membeku berbulan-bulan. Keluarga putus asa.

Suatu hari, Singgih membenahi kamar Mozza. Ia menemukan tablet milik Mozza. Tablet tanpa password itu dibuka. Ternyata ada banyak data percakapan di medsos antara Mozza dan teman-temannyi. 

Singgih tertarik pada nama Mahendra Very Dwi Anggara. Sebab, ada banyak percakapan Mozza dengan Mahendra. Termasuk, di saat-saat akhir sebelum Mozza menghilang. Singgih tidak kenal Mahendra. Mozza tidak pernah cerita soal teman yang satu itu.

Singgih lapor polisi, menyerahkan data tersebut ke polisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: