Berkurangnya distribusi berarti berkurang pula potensi jangkauan. Pendapatan kanal tersebut juga ikut menurun.
Terdapat salah satu contoh konten yang menjadi perhatian Google. Yakni video prank panggilan telepon.
BACA JUGA:GTA 6 Siapkan Extended Look di Netflix dan YouTube pada 27 Agustus 2026
BACA JUGA:Polda Metro Jaya Periksa YouTuber Bigmo Terkait Promosi Vape ke Anak di Bawah Umur
Pengguna YouTube Shorts mungkin menemukan banyak video serupa. Video itu mengambil materi dari konten orisinal milik stasiun radio Seattle, MOViN 92.5.
Panggilan prank tersebut dan video yang merekam percakapan aslinya dibuat oleh tim program pagi Brooke dan Jubal.
Akun itu kemudian berganti nama menjadi Brooke and Jeffrey setelah Jubal meninggalkan stasiun tersebut.
Menurut pendekatan Google, kanal agregator tidak cukup hanya menambahkan teks dari percakapan prank.
BACA JUGA:YouTube Tambah Fitur Podcast Baru untuk Pelanggan Premium dengan AI dan On-the-Go Mode
BACA JUGA:Gemini Live Android Kini Dukung Spotify hingga YouTube Music, Connected Apps Makin Lengkap
Atau menampilkan rekaman orang sedang mengemudi sambil memutar audio panggilan tersebut. Perubahan seperti itu tidak dianggap sebagai tambahan signifikan terhadap materi asli.
Video yang menggunakan konten milik pihak lain kemudian menambahkan rekaman berkendara. Itu menjadi salah satu contoh yang ingin dikurangi distribusinya oleh Google.
Penambahan elemen visual sederhana tidak otomatis membuat sebuah video dianggap sebagai karya orisinal.
Google menegaskan bahwa format kreatif tetap menjadi bagian penting dari YouTube. Namun, kreator diharapkan tidak sekadar melakukan perubahan teknis kecil.
BACA JUGA:YouTube Terapkan Batas Usia dan Setop Iklan untuk Anak, Patuhi PP Tunas
BACA JUGA:Fitur Baru, Kini YouTube Shorts Bisa Disembunyikan