Bos Google DeepMind Sebut Peretasan oleh AI sebagai Peringatan Dini Ancaman Lebih Besar
CEO Google DeepMind Demis Hassabis memperingatkan bahwa insiden peretasan yang dilakukan agen kecerdasan buatan (AI).-Bloomberg-
HARIAN DISWAY - CEO Google DeepMind Demis Hassabis memperingatkan insiden peretasan yang dilakukan agen kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, itu merupakan sinyal awal dari potensi ancaman yang lebih besar. Ia menilai, dunia perlu memperkuat sistem keamanan sebelum kemampuan AI berkembang semakin jauh.
Berbicara dalam sebuah konferensi AI di Dublin, Irlandia, 14 Oktober 2026, Hassabis menyebut insiden yang melibatkan agen AI sebagai “tembakan peringatan dini” (early warning shots).
Menurutnya, dampak sejumlah insiden sejauh ini memang belum terlalu besar. Karena kemampuan sistem tersebut masih terbatas.
BACA JUGA:Teknologi AI Percepat Peretasan: Korea Selatan dan Jepang Hadapi Lonjakan Serangan Siber
BACA JUGA:Penelitian Otak Serangga di Sheffield Buka Jalan Revolusi Teknologi AI

Anthropic merilis program untuk menguji model AI terkuat bagi para profesional keamanan siber.--reuters
Namun, ia memperingatkan bahwa situasinya dapat berubah dalam satu hingga dua tahun mendatang. Terlebih jika perusahaan teknologi dan pemerintah tidak segera mengambil langkah pencegahan.
Hassabis menyoroti sejumlah perilaku menyimpang agen AI. Termasuk akses tanpa izin ke jaringan perusahaan. Lantas pengiriman laporan kriminal palsu kepada aparat kepolisian.
Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran. Bahwa AI bisa saja bertindak secara mandiri di luar batas yang ditentukan.
Dorong Standar Keamanan Internasional
Hassabis menilai industri AI perlu mengadopsi praktik keamanan ketat. Praktik itu selama ini diterapkan di sektor berisiko tinggi. Seperti biologi dan nuklir.
BACA JUGA:Google Developer Groups Gandeng Kampus di Surabaya, Kembangkan Teknologi AI Lewat DevFest 2025
BACA JUGA:Bayi Teknologi AI dan Akseptabilitas di Karya Ilmiah
Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi potensi penyalahgunaan. Sekaligus memastikan sistem AI dikembangkan dengan pengawasan memadai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: