Urai Masalah Petani dan Peternak di Surabaya, Umsura dan Singapore Polytechnic Rancang 5 Prototype

Rabu 07-10-2026,19:08 WIB
Reporter : Rossa Handini
Editor : Noor Arief Prasetyo

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar pameran prototype atasi permasalahan di Kampung Jago Karah Farm dan Kampoeng Semanggi, pada Rabu, 7 Oktober 2026. 

Protoype tersebut masih berupa rancangan. Rancangan tersebut mereka buat berdasarkan observasi selama seminggu dalam KKN Learning Express bersama Singapore Polytechnic, sejak tanggal 30 September 2026 di dua tempat bersamaan.

Fasilitator Lembaga Riset dan Pengembangan Masyarakat Umsura Sri Lestari menjelaskan bahwa Surabaya sebagai perkotaan memiliki keterbatasan lahan. Adanya pertanian dan perternakan menjadi angin segar bagi ketahanan pangan. 

Misalnya di Kampoeng Semanggi, permasalahan yang dihadapi oleh para petani semanggi adalah masalah kesehatan, sanitasi dan efektivitas dalam penjualan. 

BACA JUGA:Gandeng Singapore Polytechnic, Mahasiswa UM Surabaya Gelar Pengabdian Internasional di Kampung Semanggi

BACA JUGA:Risma Ajak Warga Ngajum Berwirausaha: Lewat Program Pena, Penjual Pecel Semanggi Bisa Punya Mobil Mewah

Kemudian di Kampung Jago Karah Farm, warganya setiap hari bergelut dengan manajemen waktu. Sebab proses pemeliharaan ayam bagi mereka sebagai sampingan saja. Apalagi waktu memberi pakan ke ayam-ayam.

“Karena memberi makan ayam harus tepat waktu, lalu mereka juga terkendala bagaimana caranya dapat memberi makan ayam dengan waktu bekerja secara teratur,” ujar perempuan yang akrab disapa Tari itu. 

Menurutnya, ada kesamaan dari dua kampung tempat KKN LEX berlangsung, yaitu seputar kebersihan. Pengairan lahan semanggi yang masih menggunakan limbah rumah tangga atau air sisa, sedangkan Jago Karah Farm yang masih berkelit dengan kebersihan kandang ayam. Semuanya memang harus bersih demi menghasilkan semanggi dan telur yang optimal.  

Dalam pameran itu, para mahasiswa Umsura bersama Singapore Polytechnic menghasilkan lima rancangan prototype. Tiga prototype untuk Kampung Jago Karah Farm dan dua lainnya untuk Kampoeng Semanggi. 

“Nanti prototype ini kami nilai terlebih dahulu. Yang paling inovatif biasanya di-ACC penyelenggara,” imbuh Tari. 

BACA JUGA:Sulap Cangkang Telur Jadi Pupuk, Ecoca Jadi Inovasi Mahasiswa KKN UPNVJT

BACA JUGA:KKN-BBK 8 Universitas Airlangga Bantu Branding Arang Briket Legokulon, Dorong Sinergi Ekonomi Hijau


Prototype alat pemberi makan ayam di halaman Universitas Muhammadiyah Surabaya-Rossa Handini-Harian Disway

Adapun prototype yang mereka hasilkan untuk Kampung Jago Karah Farm. Antara lain Solusi Manajemen Peternakan Ayam berupa unit budidaya BSF (Black Soldier Fly) yang ringkas untuk memelihara larva lalat tentara hitam sebagai pakan tambahan ayam, sehingga membantu peternak memproduksi sebagian pakan ayam secara mandiri guna menekan biaya operasional.

Kategori :