Studi Ungkap Bumi dan Mars Terbentuk dari Jalur Berbeda

Jumat 09-10-2026,15:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Kelimpahan unsur-unsur tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai proses yang dialami sebuah planet ketika terbentuk.

Menurut Johansen, terdapat komposisi mantel Bumi dan Mars yang masih bertahan setelah 4,5 miliar tahun. Itu dapat dianggap sebagai jejak dari proses pembentukan kedua planet tersebut.

BACA JUGA:Langka! Fenomena Parade Planet 3 dan 4 Juni 2024 Bisakah Dilihat dari Indonesia?

BACA JUGA:Pertama Kalinya Imuwan Menyaksikan Bintang Menelan Planet

Tim kemudian menggabungkan analisis komposisi kimia dengan pemodelan statistik. Guna menghitung skenario pembentukan yang paling mungkin.

Hasilnya menunjukkan bahwa unsur volatil dapat hilang dari kerikil. Tepatnya ketika material tersebut bergerak menuju permukaan calon planet.

Berdasarkan kelimpahan relatif unsur tersebut, Bumi dan Mars tampaknya memiliki sejarah pembentukan berbeda.

Setidaknya 75 persen massa Bumi diperkirakan berasal dari dua protoplanet muda. Keduanya tumbuh besar melalui akresi kerikil. Sedangkan planetesimal menyumbang hingga 25 persen.

BACA JUGA:Indahnya Potret Galaksi Spiral, Penghormatan NASA untuk Pele

BACA JUGA:Astronot Artemis Terbang Mendekati Bulan, Siap Pecahkan Rekor Jarak Terjauh Manusia Meninggalkan Bumi

Sebaliknya, sekitar tiga perempat massa Mars diperkirakan berasal dari planetesimal yang bertumbukan. Sementara seperempat sisanya berasal dari proses akresi kerikil.

Temuan tersebut menunjukkan satu hal. Bahwa dua planet yang terbentuk dalam Tata Surya yang sama tidak selalu memiliki jalur pertumbuhan yang serupa.

Para peneliti menekankan bahwa persentase tersebut masih memiliki ketidakpastian. Karena hasilnya berasal dari pemodelan statistik.

Salah satu asumsi yang digunakan berkaitan dengan komposisi kimia piringan akresi Tata Surya muda. Itu kemudian membentuk planet.

BACA JUGA:Dua Astronot AS Pulang Setelah Sembilan Bulan Terkatung-katung di Angkasa

BACA JUGA:Astronot dan Risikonya di Luar Angkasa, Dari Tulang Rapuh Hingga Isolasi

Kategori :