Studi Ungkap Bumi dan Mars Terbentuk dari Jalur Berbeda

Studi Ungkap Bumi dan Mars Terbentuk dari Jalur Berbeda

Bumi dan Mars adalah benda langit yang terdiferensiasi, artinya keduanya tersusun dari lapisan material yang berbeda dengan kepadatan yang berbeda.-Kelvinsong & Nasa-Universe Today

HARIAN DISWAY - Studi terbaru University of Copenhagen menunjukkan Bumi dan Mars kemungkinan terbentuk melalui jalur berbeda.

Bumi terutama berkembang dari dua protoplanet melalui akresi kerikil. Sedangkan Mars lebih banyak terbentuk dari tumbukan planetesimal. Berlangsung sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Menurut teori nebula, Tata Surya terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Yakni dari piringan akresi besar berisi gas dan debu yang mengorbit Matahari.

Namun, para ilmuwan masih memperdebatkan hal itu. Tentang bagaimana material tersebut kemudian berkembang menjadi planet berbatu.

BACA JUGA:TOI 561b, Planet Lava yang Bertahan Melawan Radiasi Bintang

BACA JUGA:NASA Temukan Eksoplanet Mirip Bumi: TOI 700 e, Harapan Baru untuk Kehidupan di Luar Angkasa

Dua skenario utama selama ini menjadi perhatian. Planet dapat terbentuk melalui tumbukan dan penggabungan planetesimal berukuran lebih besar.


Penelitian baru menunjukkan bahwa Bumi dan Mars terbentuk melalui proses yang berbeda, sebuah temuan yang dapat membantu dalam pencarian planet ekstrasolar yang layak huni.-Nasa-Universe Today

Atau melalui proses ketika planetesimal secara bertahap mengumpulkan kerikil yang bergerak menuju calon planet.

Penelitian yang dipimpin Assistant Professor Haiyang S. Wang dan Professor Anders Johansen dari Center for Star and Planet Formation, bagian dari Globe Institute, University of Copenhagen, menawarkan bukti baru mengenai proses tersebut.

Tim peneliti melibatkan ilmuwan dari ETH Zürich, Nevada Center for Astrophysics, Lunar and Planetary Laboratory, serta sejumlah universitas.

BACA JUGA:Asal Usul dan Makna Nama-Nama Planet di Tata Surya

BACA JUGA:5 Hal Tak Terduga yang Bisa Melestarikan Planet

Hasil penelitian mereka diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Astronomy. Para peneliti menganalisis unsur tertentu yang terdapat pada kerak dan mantel Bumi serta Mars.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: universe today