Studi Ungkap Bumi dan Mars Terbentuk dari Jalur Berbeda
Bumi dan Mars adalah benda langit yang terdiferensiasi, artinya keduanya tersusun dari lapisan material yang berbeda dengan kepadatan yang berbeda.-Kelvinsong & Nasa-Universe Today
Terutama unsur volatil. Seperti natrium, seng, dan kalium. Unsur-unsur itu memiliki titik leleh relatif rendah. Mudah menguap pada temperatur tinggi.
Kelimpahan unsur-unsur tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai proses yang dialami sebuah planet ketika terbentuk.
Menurut Johansen, terdapat komposisi mantel Bumi dan Mars yang masih bertahan setelah 4,5 miliar tahun. Itu dapat dianggap sebagai jejak dari proses pembentukan kedua planet tersebut.
BACA JUGA:Langka! Fenomena Parade Planet 3 dan 4 Juni 2024 Bisakah Dilihat dari Indonesia?
BACA JUGA:Pertama Kalinya Imuwan Menyaksikan Bintang Menelan Planet
Tim kemudian menggabungkan analisis komposisi kimia dengan pemodelan statistik. Guna menghitung skenario pembentukan yang paling mungkin.
Hasilnya menunjukkan bahwa unsur volatil dapat hilang dari kerikil. Tepatnya ketika material tersebut bergerak menuju permukaan calon planet.
Berdasarkan kelimpahan relatif unsur tersebut, Bumi dan Mars tampaknya memiliki sejarah pembentukan berbeda.
Setidaknya 75 persen massa Bumi diperkirakan berasal dari dua protoplanet muda. Keduanya tumbuh besar melalui akresi kerikil. Sedangkan planetesimal menyumbang hingga 25 persen.
BACA JUGA:Indahnya Potret Galaksi Spiral, Penghormatan NASA untuk Pele
Sebaliknya, sekitar tiga perempat massa Mars diperkirakan berasal dari planetesimal yang bertumbukan. Sementara seperempat sisanya berasal dari proses akresi kerikil.
Temuan tersebut menunjukkan satu hal. Bahwa dua planet yang terbentuk dalam Tata Surya yang sama tidak selalu memiliki jalur pertumbuhan yang serupa.
Para peneliti menekankan bahwa persentase tersebut masih memiliki ketidakpastian. Karena hasilnya berasal dari pemodelan statistik.
Salah satu asumsi yang digunakan berkaitan dengan komposisi kimia piringan akresi Tata Surya muda. Itu kemudian membentuk planet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: universe today