TOI 561b, Planet Lava yang Bertahan Melawan Radiasi Bintang

TOI 561b, Planet Lava yang Bertahan Melawan Radiasi Bintang

Ilustrasi planet. Pengamat menemukan TOI 561b, eksoplanet kecil yang mengorbit bintang mirip Matahari.--freepik.com

HARIAN DISWAY - Sebuah planet lava menggelegak. planet itu mirip Mustafar dalam film Star Wars. Tak disangka, planet itu mampu mempertahankan atmosfernya. Meski ia berada sangat dekat dengan bintang induknya.

Temuan itu menantang pemahaman lama para astronom. Yakni tentang planet berbatu superpanas. Dalam kondisi itu, umumnya dianggap tak mampu menyimpan lapisan gas pelindung.

Planet tersebut bernama TOI 561b, sebuah eksoplanet kecil yang mengorbit bintang mirip Matahari. Para peneliti melaporkan bukti kuat keberadaan atmosfer planet itu dalam jurnal Astrophysical Journal Letters edisi 20 Desember.

Itu menjadi salah satu indikasi paling solid sejauh ini. Bahwa planet berbatu ultra panas masih bisa mempertahankan atmosfer.

BACA JUGA:NASA Temukan Eksoplanet Mirip Bumi: TOI 700 e, Harapan Baru untuk Kehidupan di Luar Angkasa

BACA JUGA:5 Hal Tak Terduga yang Bisa Melestarikan Planet

TOI 561b pertama kali ditemukan oleh wahana Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) pada 2020. Planet itu memiliki massa sekitar dua kali Bumi.

Pun, menyelesaikan satu putaran mengelilingi bintangnya dalam waktu kurang dari 10 jam. Jaraknya yang sangat dekat membuat permukaannya diduga berupa lautan magma cair.

Seharusnya Tanpa Atmosfer

Secara teori, planet kecil yang berada sedekat itu dengan bintang induknya hampir mustahil mempertahankan atmosfer.


Ilustrasi planet. Pengamat menemukan eksoplanet TOI 561b yang memiliki massa sekitar dua kali Bumi.--freepik.com

Gravitasi yang lemah membuat molekul gas mudah terlepas. Sementara radiasi bintang yang intens biasanya akan menyapu bersih lapisan gas apa pun yang mencoba bertahan.

BACA JUGA:Asal Usul dan Makna Nama-Nama Planet di Tata Surya

BACA JUGA:Langka! Fenomena Parade Planet 3 dan 4 Juni 2024 Bisakah Dilihat dari Indonesia?

“Kami justru akan menduga atmosfernya sudah lama hilang,” ujar Nicole Wallack, astronom observasional dari Carnegie Earth and Planets Laboratory, Washington DC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: sciencenews.org