Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober 2026. Berdasarkan data CME FedWatch yang dikutip Reuters, peluang suku bunga tetap tidak berubah mencapai sekitar 78 persen, meningkat dari sekitar 53 persen sebulan sebelumnya.
BACA JUGA:Rupiah Terancam Tembus Rp20.000 per Dolar AS! Analis Sebut Akibat Efek Domino Sentimen Pasar
BACA JUGA:Mengapa Warga Desa Harus Cemas saat Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS Hari Ini?
The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin bulan lalu ke kisaran 3,75–4,00 persen. Pada Rabu, pasar juga menantikan pernyataan Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin dan Wakil Ketua The Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman, serta publikasi laporan Beige Book yang merangkum kondisi ekonomi di berbagai wilayah AS.
Di Eropa, euro masih menghadapi tekanan akibat kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis. Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde menegaskan bahwa Prancis perlu mengatasi persoalan utangnya melalui konsolidasi fiskal, meredam spekulasi bahwa bank sentral akan turun tangan membeli obligasi negara tersebut.
Dengan demikian, data inflasi AS dan komentar pejabat The Fed menjadi katalis utama bagi pasar valuta asing. Hasilnya akan membantu investor menilai apakah pelemahan dolar berlanjut atau berbalik arah apabila tekanan inflasi ternyata lebih kuat dari perkiraan. (*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Polinema.