"Kami tersandung tepat di garis finis dengan cara yang paling tidak terduga," ia mengakui.
"Kami sangat pasif menghadapi sepak pojok Real Madrid. Kami kehilangan kendali atas permainan yang sebenarnya sudah kami kelola dengan sangat baik," kata eks pelatih Atalanta tersebut penuh penyesalan.
Kekalahan ini kian diperparah dengan badai cedera yang menimpa pilar penting serigala ibu kota. Gelandang Manu Kone terpaksa ditarik keluar sambil menangis pada menit ke-17 akibat cedera regangan otot.
Sang megabintang, Paulo Dybala, juga menyusul masuk ruang perawatan setelah jeda babak pertama akibat masalah ketidaknyamanan pada otot soleus.
BACA JUGA:Badai Cedera AS Roma Berlanjut, Bryan Cristante Absen Lawan Como dan Real Madrid
BACA JUGA:Real Madrid Pagari Ketat Endrick dari Incaran AS Roma, AC Milan, dan Villa
Kendati kecewa berat, Gasperini mendesak pasukannya untuk segera melupakan hasil negatif ini dan bangkit. Ia meminta anak asuhnya mengambil pelajaran berharga dari performa dominan sepanjang 80 menit pertama jalannya laga.
"Kami harus mengambil sisi positifnya. Kekalahan ini memang terasa sangat berat, tetapi kami harus segera bangkit. Jika tidak, kami berisiko menyia-nyiakan semua hal baik yang telah kami tunjukkan malam ini," pungkas Gasperini tegas.
Hasil itu membuat posisi Roma tertahan di papan bawah klasemen sementara Liga Champions. Dengan raihan 1 poin dari dua laga (mereka ditahan imbang Fenerbahce 1-1 di matchday pertama), Roma terjebak di peringkat 25.
Selanjutnya, I Giallorossi dijadwalkan menjamu Genoa dalam lanjutan Serie A pada Minggu, 18 Oktober 2026. Lantas kembali bertarung di kancah Eropa melawan Slovan Bratislava, 21 Oktober 2026. (*)
*)Mahasiswa Magang Prodi Bahasa Inggris Komunikasi Bisnis dan Profesional Polinema