PECINAN: Jun Shi Dao, Min Pan Zhi, Stop Kebijakan Tak Berpihak pada Rakyat
KITAB KUNO Shangshu memperingatkan penguasa pada amanah yang rakyat berikan. Perumusan kebijakan publik harus berprinsip jun shi dao, min pan zhi. Ketika penguasa menyimpang dari jalan yang benar, rakyat akan berbalik menentangnya.-Devona Vaiya/AI-Harian Disway
HARIAN DISWAY - Padahal, Pemberontakan An Lushan telah belasan tahun berlalu. Kaisar pun sudah berganti tiga kali: Xuanzong, yang terpaksa melarikan diri dari ibu kota ketika pemberontakan berkobar; Daizong, anaknya; lalu Dezong, cucunya.
Namun, pemberontakan yang meletus pada 755 dan baru berakhir pada 763 itu ternyata meninggalkan krisis berkepanjangan. Dampaknya masih membebani keuangan pemerintahan Kaisar Dezong, yang bertakhta sejak pertengahan tahun 779. Untuk menutup seretnya kas kekaisaran, pemerintah menggenjot pemungutan pajak.
Masalahnya, di sejumlah wilayah, bencana, wabah, kerusakan lahan pertanian, dan menyusutnya jumlah penduduk akibat perang, membuat banyak keluarga tak lagi sanggup membayar pajak.
Namun, pejabat daerah yang takut disalahkan atasan enggan melaporkan keadaan sebenarnya. Kekurangan penerimaan negara pun akhirnya dibebankan kepada penduduk yang masih bertahan.
BACA JUGA:PECINAN: Ren Zhu Shi Ren Xin Ze Wang, Penguasa Bukan Siapa-Siapa Tanpa Simpati Rakyatnya
BACA JUGA:PECINAN: Wei Guan Ren Shi Cai, Hai Ji Bai Xing Ya, Pejabat Tak Kompeten Bikin Sengsara
Tak tahan melihat penderitaan rakyat, Lu Zhi (陆贽), pejabat tinggi yang kelak menjadi perdana menterinya Kaisar Dezong, melayangkan kritik tajam. Ia, sebagaimana terdokumentasikan dalam kumpulan tulisannya, Lu Xuangong Zouyi (陆宣公奏议), mengingatkan sang kaisar akan janji yang diucapkannya doeloe.
"Ketika Paduka baru naik takhta, Paduka bertekad mewujudkan pemerintahan yang tertib dan damai. Paduka menyampaikan titah penuh kebajikan, menyatakan keprihatinan atas berbagai keburukan yang telah terjadi, serta menaruh belas kasih kepada rakyat yang terbebani pajak dan kerja wajib yang semakin berat" (陛下初膺宝位,思致理平,诞发德音,哀痛流弊,念征役之烦重,悯烝黎之困穷,分命使臣,敷扬惠化).
Namun, Lu Zhi merasa, kebijakan perpajakan pemerintahan Kaisar Dezong justru berlawanan dengan ikrarnya. Alih-alih meringankan beban rakyat, penguasa malah "sibuk mengambili harta rakyat sebanyak-banyaknya" (是务取财).
Agar sang kaisar tidak terkesan cuma omon-omon, Lu Zhi menyarankan, "Sudah semestinya penguasa mengurangi pengeluaran di atas demi menyejahterakan rakyat di bawah, berhemat dalam menggunakan uang negara, mengekang kemewahan dan kerakusan, serta memangkas pengeluaran yang tidak perlu supaya beban pajak rakyat berkurang" (诚宜损上益下,啬用节财,窒侈欲以荡其贪风,息冗费以纾其厚敛).
BACA JUGA:PECINAN: Wei Wu Bu Neng Qu, Konsisten Menjaga Integritas Moral
BACA JUGA:PECINAN: You Yan Zhe Bu Bi You De, Pandai Bicara Filosofis Tak Otomatis Berintegritas Moral
Lu Zhi memperingatkan, "Jika kebijakan dirancang untuk menyejahterakan rakyat, negara akan mendapatkan dukungan mereka. Sebaliknya, jika kebijakan dirancang untuk memperkaya kas negara, penguasa akan kehilangan dukungan rakyat" (夫作法裕于人,未有不得人者也;作法裕于财,未有不失人者也).
Maka benar apa yang ditegaskan dalam kitab kuno Shangshu, "君失道,民叛之,故可畏" (jūn shī dào, mín pàn zhī, gù kě wèi): ketika penguasa menyimpang dari jalan yang benar, rakyat akan berbalik menentangnya; itulah mengapa penguasa harus menyadari bahwa kehilangan kepercayaan rakyat merupakan sesuatu yang patut ditakuti. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: