BBM Langka di Bali? Ini Penyebabnya...

Kamis 15-10-2026,09:24 WIB
Reporter : Pandu Jaya Winanga*
Editor : Mohamad Nur Khotib

BALI, HARIAN DISWAY - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali disebabkan oleh kendala teknis pada kapal pengangkut BBM.

Gangguan tersebut membuat jadwal bongkar muat bahan bakar mengalami keterlambatan sehingga memengaruhi kelancaran pasokan ke sejumlah wilayah.

Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa kapal pengangkut BBM mengalami kesulitan menurunkan jangkar untuk melakukan proses bongkar muat. Akibatnya, jadwal yang semula direncanakan berlangsung pada pukul 06.30 WITA harus mundur hingga pukul 22.00 WITA.

“Akibat kendala tersebut, jadwal bongkar muat BBM yang semula direncanakan berlangsung pukul 06.30 WITA harus mundur hingga pukul 22.00 WITA,” ujar Simon, Selasa, 13 Oktober 2026.

BACA JUGA:Antrean BBM Tembus 1 Km, Ombudsman Soroti Kinerja Pertamina

Penjelasan tersebut disampaikan Simon setelah mengadakan pertemuan dan rapat koordinasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kendala bongkar muat kapal menjadi salah satu faktor yang mengganggu pasokan BBM di Bali dalam beberapa hari terakhir.

Antrean BBM Terjadi di Sejumlah SPBU

Sebelumnya, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM masih terlihat di sejumlah SPBU di Denpasar pada Senin malam, 12 Oktober 2026. Antrean panjang bahkan menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan di sekitar SPBU.

Situasi tersebut mendorong Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga ke Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, pada Senin, 12 Oktober 2026.

BACA JUGA:Trump Siapkan Pengumuman Penting soal Diesel, Harga BBM AS Melonjak 70 Persen

Pertemuan itu dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai kondisi pasokan dan distribusi BBM, khususnya Pertalite dan Pertamax yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa pemantauan terhadap stok dan konsumsi BBM terus dilakukan. Perusahaan juga mengoptimalkan penyaluran bahan bakar setelah kapal pengangkut bersandar dan proses bongkar muat dapat dilaksanakan.

Gangguan distribusi ini menjadi perhatian karena kebutuhan BBM masyarakat Bali cukup tinggi. Kelancaran pasokan dari kapal menuju terminal penyimpanan, kemudian diteruskan ke SPBU, menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan bahan bakar bagi konsumen.

BACA JUGA:Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026

Pertamina Jadwalkan Kedatangan Kapal BBM hingga 16 Oktober

Untuk memperkuat pasokan di Bali, Pertamina Patra Niaga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026.

Kapal-kapal tersebut dijadwalkan membawa total muatan sebanyak 26.200 kiloliter (kL) melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis.

Kategori :