BBM Langka di Bali? Ini Penyebabnya...

Kamis 15-10-2026,09:24 WIB
Reporter : Pandu Jaya Winanga*
Editor : Mohamad Nur Khotib

Kedatangan kapal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pasokan BBM ke berbagai wilayah di Bali. Setelah bahan bakar tiba, Pertamina juga berupaya mengoptimalkan distribusi dari terminal menuju SPBU dengan mempertimbangkan tingkat konsumsi dan kondisi stok di setiap wilayah.

BACA JUGA:Harga BBM Pertamina 1 September 2026 Naik, Pertamax Turbo Rp19.600 dan Dexlite Rp23.700 per Liter!

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan distribusi BBM sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh bahan bakar tanpa harus menghadapi antrean panjang.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan bahwa pasokan Pertalite di Denpasar dan Badung sempat mengalami keterlambatan, tetapi pasokan yang ditunggu telah tiba.

Meski demikian, kelancaran distribusi ke setiap SPBU tetap bergantung pada ketersediaan pasokan di terminal serta proses penyaluran ke masing-masing wilayah.

BACA JUGA:Bahlil Ungkap Alasan Harga Pertamax Turun, BBM Subsidi Tetap Dijaga Pemerintah

Konsumsi Pertalite di Bali Capai 2.200 kL per Hari

Besarnya kebutuhan BBM masyarakat turut menjadi pertimbangan dalam pengaturan pasokan di Bali. Berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga, rata-rata konsumsi Pertalite di wilayah tersebut mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari.

Angka konsumsi harian itu menjadi salah satu acuan dalam perencanaan pasokan dan penentuan prioritas distribusi ke SPBU. Dengan kebutuhan yang tinggi, keterlambatan kedatangan kapal maupun gangguan dalam proses bongkar muat dapat memengaruhi kelancaran penyaluran bahan bakar.

Karena itu, kelancaran proses bongkar muat kapal dan distribusi dari terminal menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan BBM di tingkat konsumen.

BACA JUGA:Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026, Ini Daftar BBM Pertamina Terbaru

Pertamina berupaya memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax sekaligus memastikan penyalurannya sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pemantauan stok dan konsumsi juga terus dilakukan untuk membantu menentukan distribusi ke wilayah yang membutuhkan.

Pemulihan kondisi di setiap SPBU diperkirakan bergantung pada kelancaran kedatangan kapal, proses bongkar muat, serta penyaluran BBM ke masing-masing daerah.

Dengan tambahan pasokan yang dijadwalkan tiba secara bertahap, Pertamina berharap distribusi bahan bakar di Bali dapat kembali berjalan lancar. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kategori :