Kesetaraan Bukan Belas Kasihan
Salah satu momen yang menghangatkan kegiatan A Heart for Health ialah penampilan anak-anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Al Ikhlas. Mereka membawakan lagu Tombo Ati dan Jangan Menyerah, didampingi Kak Azwar sebagai pengiring.
Penampilan itu menyampaikan pesan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Yang dibutuhkan adalah lingkungan yang memberikan ruang, dukungan, dan kesempatan.
Penerimaan terhadap penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus tidak cukup diwujudkan melalui simpati. Penerimaan harus hadir dalam akses pendidikan, pelayanan kesehatan, fasilitas publik, dan kesempatan mengembangkan kemampuan.
Prinsip serupa berlaku bagi lansia. Bertambahnya usia tidak mengurangi martabat seseorang. Mereka tetap berhak mendapatkan pelayanan layak dan menjalani kehidupan yang aman serta bermakna.
Kesetaraan tidak berarti semua orang harus diperlakukan dengan cara yang persis sama. Kesetaraan berarti setiap orang memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya agar dapat menikmati hak dan kesempatan yang layak.
Dari Kegiatan Menjadi Gerakan
Dukungan Mercure Surabaya Grand Mirama melalui penyediaan tempat, keterlibatan tenaga kesehatan, serta kontribusi relawan memperlihatkan pentingnya kolaborasi. Perusahaan memiliki sumber daya, komunitas memahami kebutuhan lapangan, tenaga kesehatan mempunyai kompetensi, sedangkan pemuda membawa energi dan kreativitas.
Jika semua unsur tersebut bergerak bersama, program sosial berpeluang memberikan manfaat lebih luas. Tantangannya adalah menjaga kesinambungan melalui pemetaan kebutuhan, evaluasi hasil, dan tindak lanjut yang sesuai.
Pada akhirnya, A Heart for Health mengingatkan kita bahwa kepedulian bukan sekadar memberi sesuatu kepada orang lain. Kepedulian juga berarti mendengarkan, memahami kebutuhan, dan menghormati martabat manusia.
Kita mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan sosial melalui satu kegiatan. Namun, kita dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal dari komitmen yang lebih panjang.
Sebab, masyarakat yang sehat bukan hanya masyarakat yang memiliki fasilitas kesehatan memadai, melainkan juga masyarakat yang memelihara solidaritas dan tidak membiarkan kelompok rentan menghadapi kesulitan sendirian.
CSR yang bermakna bukanlah yang paling meriah seremoni peluncurannya, melainkan yang paling nyata manfaatnya bagi masyarakat. Dan, kepedulian yang sesungguhnya tidak hanya hadir ketika kegiatan berlangsung, tetapi juga tetap bekerja ketika acara telah usai. (*)
*) Ghifary Mahindisyah adalah founder Kreasi Pemuda Tanpa Batas Surabaya.