Penelitian itu kemudian dilanjutkan oleh astronom Charles Whitney, akademisi dari Harvard University.
Namun, berbagai analisis tersebut menghasilkan kesimpulan yang tidak sepenuhnya sejalan.
BACA JUGA:Lukisan Gua Berusia Ribuan Tahun Simpan DNA Manusia, Ilmuwan Berpeluang Ungkap Identitas Senimannya
BACA JUGA:Lukisan Picasso yang Pernah Dicemooh Kini Kembali Diperdebatkan, Seniman AS Beri Tafsir Baru
Sehingga belum tercapai kesepakatan mengenai tanggal yang paling sesuai dengan pemandangan langit dalam lukisan.
Pencarian tersebut kembali dilakukan oleh tim yang dipimpin Kim, CEO perusahaan teleskop robotik asal Korea Selatan, SLLAB. Sekaligus kandidat doktor di School of Space Research, Kyung Hee University.
Kim menjelaskan bahwa ketertarikannya berawal dari keinginan besarnya. Ia hendak memahami teka-teki astronomi yang tersembunyi dalam karya seni tersebut.
Menurutnya, astronom profesional maupun pengamat langit amatir akan tertarik mengamati lebih jauh lukisan Van Gogh.
BACA JUGA:Pameran Lukisan NdugHal Karya Daniel Kho, Ungkap Dinamika Kehidupan Dari Proses hingga Pencerahan
BACA JUGA:Pameran Lukisan Monochrome Garis Gathuk Hadirkan 62 Karya Perupa dari Tujuh Kota
Terutama ketika melihat potongan langit berbintang yang tergambar dalam The Starry Night tersebut.
Untuk mendapatkan kesimpulan, timnya menggabungkan analisis astronomi terhadap lukisan itu.
Dilengkapi dengan pemeriksaan dokumen mengenai keadaan Van Gogh pada Juli 1889. Mereka juga melakukan penyelidikan ekologis dan meteorologis untuk memperkuat analisis.
Salah satu sumber penting dalam penelitian tersebut adalah surat-surat yang ditulis oleh pelukis asal Belanda itu.
BACA JUGA:Misteri Pria dalam Lukisan Tambang Tom McGuinness, Galeri Inggris Minta Bantuan Publik
BACA JUGA:Kajian Historis dan Simbolis oleh Analis tentang Lukisan Berobjek Paus yang Bernilai Rp 34 Miliar