Peningkatan kapasitas guru merupakan investasi publik, bukan beban individu.
Peningkatan Kualitas Siswa
Pemerintah terus berupaya mengatasi berbagai permasalahan yang dialami bidang pendidikan dasar dan menengah. Laporan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo yang terangkum dalam buku Transformasi Bangsa: Dua Tahun Gerak Nyata menampilkan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam sektor pendidikan dasar dan menengah.
Revitalisasi sekolah pada 2025 mencapai 16.167 buah, dan naik signifikan pada tahun 2026, yang mencapai 71.744 buah. Peningkatan kualitas guru dilakukan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan pembiayaan penuh oleh pemerintah.
Peningkatan kesejahteraan guru non-ASN yang belum memiliki penyetaraan dilakukan dengan pemberian tunjangan sebesar Rp2 juta bagi yang telah memenuhi syarat.
Peningkatan sarana dan prasaran pendidikan dan kapasitas guru merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas siswa. Berbagai program yang dilaksanakan pemerintah telah memperlihatkan hasil yang menggembirakan meski belum ideal.
Hasil Programme for International Student Assessment (PISA), yang merupakan salah satu metode untuk mendeteksi kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) untuk tahun 2025, memperlihatkan kenaikan.
Rilis yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan bahwa kenaikan dua domain utama PISA 2025. Literasi sains, yang menjadi fokus utama asesmen tahun itu, sebagai capaian tertinggi.
Skor sains naik 6 poin, dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389. Skor membaca juga naik 6 poin, dari 359 menjadi 365. Sementara itu, skor matematika berada di angka 364.
Coverage index, yaitu proporsi siswa usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal, juga mengalami kenaikan. Pada keikutsertaan pertama PISA 2003, coverage index Indonesia baru 0,46. Pada PISA 2025, angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat menjadi 0,90.
Itu menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018.
Kemendikdasmen harus terus berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia melalui berbagai program yang diimplementasikan di lembaga pendidikan dasar dan menengah. Pendidikan merupakan kunci utama untuk memajukan dan menyejahterakan bangsa.
Tindakan nyata untuk memperbaiki kualitas pendidikan harus dilakukan sebagai upaya untuk menjadikan negara Indonesia sejajar dengan negara-negara maju lain di dunia. (*)