Hasil NFP yang lebih kuat dari perkiraan dapat memengaruhi pertimbangan Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan kebijakan suku bunga. Pasalnya, pasar tenaga kerja yang tetap solid dapat mengurangi urgensi untuk melonggarkan kebijakan moneter, terutama apabila tekanan inflasi masih menjadi perhatian.
BACA JUGA:Pengangguran Indonesia Turun 4,65 Persen di 2026, Mendekati Rekor Terendah Sejak 1994
BACA JUGA:CELIOS Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Memburuk, Pengangguran, hingga Beban Pajak
Respons pasar terlihat setelah laporan tersebut dirilis. Kitco melaporkan harga emas spot melemah sekitar 0,89 persen ke kisaran USD4.050,95 per ons pada perdagangan Jumat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun juga meningkat sekitar enam basis poin menjadi 4,53 persen, sementara dolar AS menguat.
Pergerakan tersebut mencerminkan penyesuaian ekspektasi investor terhadap prospek suku bunga. Namun, data ketenagakerjaan saja belum cukup untuk memastikan keputusan The Fed berikutnya. Perkembangan inflasi, konsumsi, produktivitas, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan tetap menjadi pertimbangan penting.
Dengan penambahan 165.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran sebesar 4,1 persen, laporan Oktober memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan. Meski begitu, perbedaan kinerja antarindustri dan meningkatnya pekerja paruh waktu karena alasan ekonomi menjadi pengingat bahwa penguatan tersebut belum sepenuhnya merata. (*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Polinema.