Biden Pede Vaksin Cacar Mampu Atasi Monkeypox

Biden Pede Vaksin Cacar Mampu Atasi Monkeypox

Kongres AS Resmi mencabut hak Perang dari tangan Presiden-Nicolas Datiche -POOL-AFP-AFP

TOKYO, DISWAY-ID -- Monkeypox atau cacar monyet sudah menjalar ke 11 negara. Termasuk Amerika Serikat. Sejumlah negara mewajibkan warganya yang terpapar untuk menjalani karantina selama 21 hari. Seperti yang dilakukan Belgia. Presiden Amerika Serikat Joe Biden berpendapat lain. Ia tidak percaya karantina dapat mencegah penyebaran cacar monyet

Penerus Trump itu memastikan ada dosis vaksin yang cukup tersedia untuk memerangi penyebaran penyakit tersebut. "Saya hanya tidak berpikir itu meningkat ke tingkat kekhawatiran yang ada dengan Covid-19. Vaksin cacar bekerja untuk itu," kata Biden setelah bertemu Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio di Istana Akasaka, Senin, 23 Mei 2022. 

WHO menyampaikan penyakit yang ditemukan di Afrika Tengah dan Barat itu sudah menyebar di 11 negara. Baru-baru ini, beberapa negara Eropa, Australia, dan Kanada telah melaporkan kasus tersebut.

Pada hari Minggu, Biden mengatakan kepada wartawan yang ikut dalam rombongannya bahwa penyebaran monkeypox adalah keniscayan. Para ahli mencatat bahwa Covid-19 dan cacar monyet memiliki perbedaan yang jelas. Misalnya, cacar monyet tidak mudah menyebar di antara manusia, tidak seperti virus korona yang sangat menular.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menunjukkan vaksin cacar setidaknya 85 persen efektif melawan cacar monyet. Amerika Serikat telah melisensikan dua vaksin untuk mencegah cacar. Salah satunya diotorisasi khusus untuk monkeypox.

John Brownstein, profesor kedokteran di Harvard Medical School, yang melacak kasus Secara global, menyebut 127 kasus telah dilaporkan di 11 negara. Di AS, Massachusetts mengonfirmasi kasus virus monkeypox pada seorang pria minggu lalu. Seperti dilansir Chinadaily, Pria itu baru-baru ini melakukan perjalanan ke Kanada, yang memiliki dua kasus tahun ini.

Otoritas kesehatan Kota New York mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah menguji dua pasien yang sedang diselidiki untuk kemungkinan cacar monyet. "Satu kasus telah dikesampingkan dan yang lain telah diidentifikasi positif untuk Orthopoxvirus, keluarga virus yang berasal dari monkeypox," tulis Departemen Kesehatan dan Kebersihan Mental kota itu di Twitter. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: