Saiman Andi Pelit Pinjamkan Koleksi Kaset dan Piringan Hitam Raja Dangdut

Saiman Andi Pelit Pinjamkan Koleksi Kaset dan Piringan Hitam Raja Dangdut

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Saiman Andi mengoleksi pernak-pernik dari artis idolanya sebagai hobi yang menyenangkan. Ia memilih mengumpulkan kaset dan piringan hitam Raja Dangdut Rhoma Irama.

Seperti Andi -panggilan Saiman- seseorang bisa berburu sampai susah payah hanya demi mendapatkan satu buah merchandise langka. Harga memang relatif. Tapi sensasi ketika sudah mendapatkan barang incaran akan terasa begitu menyenangkan.

Andi merasakan itu. Koleksinya tentang Rhoma Irama sudah ia didapatkan sejak dirinya masih berusia 12 tahun. Hingga kini sudah menginjak 43 tahun, hasrat mencari koleksi langka lainnya tetap membuncah.

Bahkan ia dijuluki sebagai Andi Steinberger. Nama tersebut diambil dari gitar bunting yang jadi ikon Rhoma Irama. Disebut demikian karena begitu cintanya Andi terhadap penyanyi berjuluk Raja Dangdut tersebut.

Saiman Andi saat bertemu dengan Rhoma Irama, idolanya. (Saiman Andi untuk Harian Disway)

Dari hobi ini ia bisa sampai bertemu dengan Rhoma Irama. Dalam pertemuan itu, Andi mendapat pujian karena ada beberapa koleksinya yang bahkan tidak dimiliki oleh artisnya sendiri. Hingga Rhoma pun mau membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk apresiasi.

”Koleksi saya meliputi 60-an piringan hitam dan sekitar 230-an kaset. Meski era sudah modern dengan segala kemudahan mendengarkan lagu, saya tetap suka mendengarkan lagu dalam bentuk fisik. Ada kepuasan tersendiri yang tidak saya dapatkan di musik digital,” katanya.

Caranya dalam mencari kaset pun masih konvensional. Andi berkeliling ke pasar-pasar loak seantero Surabaya dan Sidoarjo. Tanya satu-satu ke penjual tentang kaset dan piringan hitam dari ayah Ridho Rhoma itu. Dirinya mengaku sudah melakukan kebiasaan itu selama bertahun-tahun. Sekaligus menjadi caranya melepas penat.

”Saya biasanya cari di Pasar Gembong, Pasar PMK, dan di daerah Tambaksari. Kalau ada waktu saya juga berkeliling ke Jakarta, Bandung, sampai kota-kota lain. Sekalian mampir ke konsernya Rhoma. Jadi pulang ke sini (Surabaya) sudah bawa pengalaman dan merchandise,” sebut Andi.

Saat di ibu kota, Andi suka mampir ke sejumlah tempat. Sebut saja lantai dasar Pasar Blok M, kawasan Jalan Surabaya, Jatinegara, dan Pasar Puring. Di sana adalah sentra penjaja pernak-pernik musik dan kerap dikunjungi para kolektor sepertinya.

Barang yang dijual beragam sehingga kita bisa mencari karya dari artis lain. Sementara Bandung, tempat mencari piringan hitam berada di Tegalega. ”Membeli karya-karya itu jadi cara terbaik untuk mendukung artis idola,” kata bapak satu anak itu.

Untuk tujuan itu, ia rela merogoh kocek mulai Rp50 ribu sampai jutaan rupiah. Harga tersebut mulai terasa semenjak para penggemar Bang Haji mulai aktif bermain media sosial terutama Facebook.

Tiga koleksi vinyl yang paling berharga menurut Andi adalah album kompilasi O.M Poernama edisi sampul hitam putih. Lalu album kompilasi Pelita Hidup, berisi lagu pertama Rhoma Irama masuk dapur rekaman. Album ini semakin berkesan karena ditandatangani sendiri oleh Rhoma.

Ketika bersua Ahmad Dhani, Saiman Andi memamerkan koleksi piringan hitam Rhoma Irama, vinyl ’Di Rumah Sadja’. (Saiman Andi untuk Harian Disway)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: