Pembunuhan Motif Begal di Banyuasin Dirancang Sejoli: Efek Asmara Maut

Pembunuhan Motif Begal di Banyuasin Dirancang Sejoli: Efek Asmara Maut

ILUSTRASI Pembunuhan Motif Begal di Banyuasin Dirancang Sejoli: Efek Asmara Maut. -Arya/AI-Harian Disway -

Saat marak begal sekarang, tersangka pria-wanita inisial OR, 28, dan YTU, 25, diduga membunuh Ferdi, 24, bermodus begal. Pembunuhan Selasa, 17 Maret 2026, terungkap Kamis, 11 Juni 2026. Pembunuhan berencana yang nyaris tak terungkap.

PELAKU pembunuhan, seperti penjahat pada umumnya, terus berpikir dan melakukan inovasi kriminal agar kejahatannya tak terungkap. Pembunuhan Ferdi terjadi di jalan raya Perkebunan Afdeling, Betung Krawo, Banyuasin, Sumsel, Selasa, 17 Maret 2026, sekitar pukul 22.30 WIB.

TKP itu wilayah PTPN IV Regional 7. Tepatnya di jalan utama Palembang–Jambi Km 75. Di sana jam segitu pastinya sepi. Juga gelap. Ferdi mengendarai motor Yamaha NMax sendirian. Ia ditemukan warga tewas dengan banyak luka bacok dan motornya raib.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino kepada wartawan, Kamis, 11 Juni 2026, mengatakan, ”awalnya Ferdi meninggal dunia karena diduga korban begal. Motornya hilang diduga dicuri begal. Rupanya itu pembunuhan murni yang direncanakan.”

BACA JUGA:Polemik soal Instruksi Polisi Tembak Begal di Tempat: Bikin Petugas Bingung

BACA JUGA:Pembegal Bayaran dari Sleman Ini Disewa Perempuan untuk Membegal Pacarnya

Saat itu tubuh korban Ferdi ditemukan Mulyono, 50, petugas keamanan PTPN IV Regional 7 yang sedang melintas, usai pergantian sif jaga. Ferdi luka sangat serius. Maka, Mulyono ambil inisiatif membawanya ke klinik terdekat. 

Pihak klinik kemudian merujuk korban ke RSUP dr Mohammad Hoesin Palembang karena lukanya terlalu parah. Ferdi meninggal Rabu dini hari, 18 Maret 2026, setelah beberapa saat ditangani dokter. Ayah Ferdi sempat menunggui Ferdi masih hidup, kondisi kritis.

Ferdi mengalami luka bacok benda tajam pada kedua tangan, tumit kaki kanan, dagu, mata sebelah kanan, serta beberapa bacokan di tubuh. Fokus polisi, korban kehilangan sepeda motor Yamaha NMax dan dompet berisi dokumen. Itu pembegalan.

Ternyata kasus itu tidak sesederhana kelihatannya. Ada kisah asmara kriminal di baliknya. Polisi mengungkapnya, demikian:

Ferdi karyawan Telkomsel bagian sales kartu. Ia dijodohkan ortu dengan gadis inisial YTU. Kebetulan, ortu YTU juga sepakat. Maka, Ferdi dan YTU akan segera dinikahkan.

BACA JUGA:Pembegal Dimassa Jadi Biasa

BACA JUGA:Begal Nyaris Mbacok, lalu Dor...

AKBP Risnan: ”Tapi, tersangka YTU tidak bersedia menikahi korban karena YTU memiliki hubungan pacar dengan tersangka OR. Mereka sudah pacaran serius.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: