Polemik soal Instruksi Polisi Tembak Begal di Tempat: Bikin Petugas Bingung

Polemik soal Instruksi Polisi Tembak Begal di Tempat: Bikin Petugas Bingung

ILUSTRASI Polemik soal Instruksi Polisi Tembak Begal di Tempat: Bikin Petugas Bingung.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf memerintahkan anak buah tembak begal di tempat. Itu didukung Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Kemudian, ditentang Menteri HAM Natalius Pigai. Ini polemik kuno yang berulang.

POLEMIK itu bersifat abadi. Sejak awal manusia menerapkan aturan hukum sampai sekarang. Menyangkut pertanyaan, apakah penjahat yang sudah melanggar HAM korban masih perlu dapat perlindungan HAM? Pro-kontra di situ.

Kehebohan itu dimulai dari peristiwa kecil yang mematikan di Lampung.

Sabtu pagi, 9 Mei 2026, terjadi pencurian sebuah motor di depan toko kue Yussy Akmal di Jalan ZA, Pagar Alam, Lampung. Dua pemuda dalam proses mencuri motor yang diparkir. Satunya duduk di motor, siap kabur, satunya eksekutor merusak kunci motor target.

Sebagian kejadiannya terekam kamera CCTV. Sebagian lainnya tidak karena terhalang tembok. Rekaman tersebut viral di medsos. Proses pencuriannya tak terpantau CCTV. Yang kelihatan, sebuah motor melaju mendekati toko kue itu.

BACA JUGA:Kepergok, Maling Motor Tembak Mati Polisi di Lampung: Mata Ganti Mata

BACA JUGA:Bos Rental Mobil Ditembak Mati di Km 45

Pemotor yang mendekat itu memarkir motornya, mencabut sesuatu dari pinggang (kelak diketahui sebagai pistol), lalu berjalan cepat ke arah area parkir motor. 

Berikutnya, dua lelaki saling piting, saling berusaha membanting. Pergumulan mereka berputar-putar. Akhirnya keduanya jatuh ke tanah, pitingan pun terlepas. Lalu, salah satunya memungut sesuatu di tanah, diarahkan ke kepala pria satunya yang sedang bangkit berdiri. Terdengar letusan keras.

Seketika, pria yang disasar jatuh ke tanah lagi. Pria satunya kabur dengan motor temannya yang sudah sejak tadi menunggu dekat situ.

Kemudian, diketahui, pria yang tergeletak di tanah itu Brigpol Arya Supena, 34, anggota Intelkam Polda Lampung. Ia tertembak pelipis kanan, proyektil menembus, keluar pelipis kiri. Ia gugur di tempat.

BACA JUGA:Tersangka AKP Dadang Tembak Ranjang Kapolres

BACA JUGA:Saat Perampok Minimarket Ditembak Mati

Tim polisi memburu dua pelaku. Akhirnya tertangkap. Maling si penembak Arya bernama Bahroni, 37, tewas ditembak polisi karena, katanya, melawan polisi. Pelaku satu lagi juga melawan, ditembak kena kaki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: