Mahasiswi Unram Dirampok-Dibunuh di Kamar Kos: Mestinya Korban Diam
ILUSTRASI Mahasiswi Unram Dirampok-Dibunuh di Kamar Kos: Mestinya Korban Diam.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Situasi berbahaya, saat perampok masuk rumah tepergok penghuni. Pasti penghuni diserang. Sialnya, mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Nadya, 21, bangun tidur di kamar kosnyi, histeris saat melihat perampok. Dia dibunuh dengan dibekap.
KASUS itu diungkap Polresta Mataram dalam dua setengah bulan. Nadya Dwi Ramadhany dirampok-dibunuh di kamar kosnyi kawasan Sakura, Kelurahan Gomong, Kota Mataram, Minggu, 17 Mei 2026.
Pelaku Haikal, 18, ditangkap polisi di rumahnya di Kelurahan Punia, Mataram, Rabu, 29 Juli 2026, sekitar pukul 18.00 Wita.
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra kepada wartawan, Kamis, 30 Juli 2026, mengatakan, Haikal ditangkap setelah ada info bahwa motor milik Nadya berada di rumah Haikal.
AKP Dharma: ”Dari penyelidikan, kami dapatkan informasi tentang keberadaan kendaraan motor milik korban yang ternyata berada dalam penguasaan terduga pelaku. Dari situ rumah pelaku kami datangi. Ternyata benar, motor itu ada di situ.”
BACA JUGA:Dosen UIN Jambi Digerebek di Kos Bersama Mahasiswi, Kampus Nonaktifkan Jabatan
BACA JUGA:Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi ULM Banjarmasin: Gaya Seorang Don Juan
Haikal dibekuk polisi tanpa perlawanan. Dalam interogasi awal, Haikal mengakui merampok motor korban. Lalu, ia mengaku terpaksa membunuh korban karena berteriak histeris.
Berdasar pengakuan tersangka kepada polisi, kronologinya demikian:
Pelaku dan korban tidak saling kenal. Nadya mahasiswi Unram, asal Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat. Sementara itu, Haikal residivis pencuri motor yang pernah dipenjara meski usianya remaja. Ia sudah mengincar hendak mencuri motor milik Nadya suatu saat.
Minggu malam, 17 Mei 2026, niat Haikal dilaksanakan. Ia masuk kamar kos Nadya lewat pintu belakang. Pintunya tertutup, tapi tidak terkunci. Ia langsung masuk. Motor korban ada di situ.
Di dalam kamar, Haikal melihat kunci motor tergantung di dinding. Sambil mengendap-endap, ia mengambil kunci tersebut.
BACA JUGA:Pengakuan Tersangka Pembunuh Mahasiswi UMM di Pasuruan: Motif dan Kebohongan
BACA JUGA:Akhir Depresi Caroline Angelica sang Mahasiswi Unair
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: