Mahasiswi Unram Dirampok-Dibunuh di Kamar Kos: Mestinya Korban Diam
ILUSTRASI Mahasiswi Unram Dirampok-Dibunuh di Kamar Kos: Mestinya Korban Diam.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Sebaiknya, kita mengambil tindakan taktis yang terukur berdasar penilaian situasi secara cepat.
Di kasus pembunuhan Nadya, kesalahan utama Nadya adalah berteriak histeris. Itu membikin perampok panik. Sebenarnya, perampok takut warga berdatangan. Perampok dikeroyok warga. Matilah ia.
Namun, hampir semua perempuan jika berada di posisi Nadya pasti akan berteriak. Itu refleks. Karena kaget. Juga takut. Tidak mungkin diam.
Sebaliknya, bagi perampok, teriakan korban berarti ancaman maut. Ancaman, ia bakal tewas dimassa. Dengan begitu, refleks penjahatnya muncul: menyerang korban. Dan, korban saat diserang pasti melawan. Itulah yang kemudian berakhir dengan pembunuhan.
Dari bedah kasus tersebut menggunakan teori De Becker, silakan Anda rumuskan sendiri, bagaimana persiapan Anda seumpama suatu saat Anda menghadapi situasi seperti itu. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: