Pasuruan artikel

Tim Produksi Forecasting Love And Riset 6 Bulan Sebelum Syuting

Tim Produksi Forecasting Love And Riset 6 Bulan Sebelum Syuting

SUDAH kembali ter-Song Kang-Song Kang berkat Forecasting Love and Weather? Well, drama ini tidak hanya menyajikan kisah romansa yang ber-setting di kantor Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG)-nya Korea. Juga bukan saja menonjolkan kejeniusan tokoh yang diperankan Song Kang dalam memprediksi datangnya hujan badai.

Cuaca, sebagai tema utama drama ini, mendapat atensi yang sangat besar. Semua judul episode berkaitan dengan iklim dan cuaca. Hampir semua tokoh utamanya bekerja di BMKG. Termasuk Park Min-young, yang memerankan direktur BMKG pusat. Song Kang adalah bawahan langsung dia, di tim analis cuaca. 

Proses panjang pembuatan prediksi cuaca diperlihatkan dengan cukup detail. Mulai dari meeting dengan kantor-kantor wilayah, membaca chart arus laut dan pergerakan awan, hingga menyampaikannya kepada pers. Ditampilkan juga efek kesalahan prediksi cuaca terhadap berbagai sektor. Sangat menambah wawasan.Penonton awam dibuat takjub oleh besarnya pengaruh BMKG dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya, seakurat apa penggambaran proses perkiraan cuaca dalam Forecasting Love and Weather? Jawabnya, sangat akurat. Sebelum syuting, tim JTBC menempatkan personel di kantor BMKG Korea selama enam bulan penuh untuk riset.

’’Awalnya saya juga tidak percaya mereka akan membuat drama tentang pekerjaan kami. Ini enggak mudah, lho. Apa yang ada di pikiran mereka?’’ Noh Sung-woon, kepala humas BMKG Korea, mengungkapkan kepada Naver. ’’Membayangkan saja sulit,’’ imbuh pria yang sudah bertugas selama 27 tahun tersebut.

Keraguan Noh pelan-pelan hilang setelah melihat keteguhan penulis Sun Young. Ia menghabiskan waktu dua bulan di kantornya, demi menulis skrip yang realistis. Ia mengamati, merekam, mengobrol, dan berkonsultasi dengan para prakirawan cuaca di sana.

’’Karena ini kali pertama aku menunjukkan tempat kerjaku kepada para sineas, aku tidak mau setengah-setengah,’’ kata Noh. ’’Aku memastikan setiap layar monitor atau dokumen yang dilihat prakirawan cuaca benar-benar cocok dengan skenarionya. Aku sendiri yang menempatkan dokumen yang mereka analisa untuk cuaca yang direncanakan,’’ paparnya.

Noh bilang, pihaknya harus membongkar arsip dalam 20 hingga 30 tahun ke belakang untuk menemukan dokumen yang akurat. Selain di BMKG, kru Forecasting Love and Weather juga mengambil gambar di pusat pemantauan badai di Seogwipo. Hanya untuk mendapatkan video badai yang mendetail. Semua yang tampil di hadapan kita—bahkan dalam teasers dan trailer—itu adalah gambar badai sungguhan.

Noh Sung-woon juga tidak mau tim produksi melupakan sosok-sosok di balik layar. Yang turut menentukan akurasi perkiraan cuaca. Mulai dari petugas pengawas, operator komputer super, satelit cuaca, model prediksi, serta radar cuaca yang memantau setiap materi dalam hitungan menit. ’’Ada banyak sekali orang terlibat dalam penyajian data cuaca. Dan drama ini menangkap semua detail itu hingga mendekati kenyataan,’’ paparnya.

Selama pengambilan gambar, para prakirawan selalu membagikan perubahan cuaca real time. Saat itu juga, tim produksi Forecasting Love and Weather baru menyadari. Bahwa membagikan informasi cuaca secara cepat dan akurat itu sangat krusial.

’’Salah satu tugas paling penting prakirawan adalah meneruskan informasi cuaca kepada masyarakat dengan cepat dan akurat. Meskipun itu berarti dia harus bekerja permenit,’’ papar Noh. ’’Melalui penggambaran BMKG di drama ini, aku berharap penonton juga memahami bahwa informasi cuaca dapat menyelamatkan nyawa seseorang,’’ pungkasnya. (Retna Christa)

 

Sumber: