Air Tuba buat Gerard Pique!

Air Tuba buat Gerard Pique!

Gerard Pique--Twitter

Barcelona sekarat. Pelatih Xavi Hernandez meradang. Ia sudah meminta Pique pergi dari Catalan. Tetapi, Barcelona masih menunggak pembayaran gaji Pique selama pandemi. Pique tak hanya berjasa di dalam, tapi juga di luar lapangan.

LEGENDA bisa pergi dengan dua cara yang kontradiktif dari Barcelona.

Xavi dan Andres Iniesta melambaikan tangan ke stadion penuh yang dikelilingi piala mereka. Lionel Messi mengucapkan selamat tinggal dengan penuh air mata dalam acara media singkat. Messi memainkan laga terakhirnya beberapa minggu sebelumnya di stadion yang kosong karena pandemi. Pep Guardiola juga pergi melalui pintu belakang setelah tampil tanpa pendamping dalam konferensi pers yang tergesa-gesa dan ala kadarnya.

Bagaimana dengan Gerard Pique? Diametral. Hitam putih. Bak langit dan bumi. Siang dan malam. Kontradiktif. Sangat tidak bermartabat. Pique disuruh pergi. Pique diusir. Air susu dibalas dengan air tuba. Begitu kata pepatah.

Xavi tegas. Pique bukan pilihan utamanya lagi pada musim depan. Xavi kecewa berat. Pique tidak berkomitmen untuk klub. Kondisinya tidak 100 persen fit. Terlalu banyak urusan di luar. Mulai urusan hura-hura, bisnis, mulutnya yang runcing, hingga gonjang-ganjing rumah tangganya dengan sang diva Amerika Latin Shakira. Barcelona benar-benar dirugikan. Go to hell with your problem. Segera angkat kaki dari Barcelona. Artinya, Xavi ingin merekrut bek tengah lain yang bisa jadi partner Ronald Araujo.

Pique menanggapinya dengan positif. Ia janji fokus main bola. Tidak hanya siap bertahan, Pique juga rela dipotong gaji untuk klub yang sudah dibelanya selama 14 tahun.

Kontrak Pique di Barcelona masih tersisa dua tahun. Jadi, bagaimana bisa Barcelona main usir Pique begitu saja. Klub Catalan masih punya tanggungan utang segunung kepada Pique. Di situlah masalah utamanya.

Pique punya gaji bersih 13 juta pounds atau 15 juta euro per musim plus bonus. Masalahnya, Barcelona belum membayar gaji Pique selama pandemi.

Pique sebetulnya sudah berusaha membantu Barcelona. Ia kini mau saja gajinya diturunkan. Ia mau Barcelona membayar ”hanya” 40 juta euro untuk gajinya dua tahun tersisa. Namun, Barcelona tidak punya uang untuk membayarnya.

 

Rekrut Jules Kounde Ibarat Mimpi

Barca ingin membangun basis pertahanan baru. Mereka ingin mendaftarkan Andreas Christensen, membayar berapa pun untuk mengeluarkan Cesar Azpilicueta dari Chelsea (jika Todd Boehly memutuskan ia tidak bisa pergi secara gratis), dan mendatangkan bek kiri baru.

Mereka perlu membuat ruang keuangan untuk melakukan semua itu. Xavi merasa perombakan pertahanan butuh satu tambahan lagi, yaitu bek tengah yang punya nama besar. Xavi maunya Jules Kounde atau Pau Torres. Saingannya adalah Chelsea dan Manchester United. Dalam posisi sekarang, itu jelas tidak mungkin. Itu hanya bisa terjadi kalau Barca bisa menjual Frenkie de Jong seharga 65 juta pounds dan menjual aset non-main lainnya.

Ada perasaan bahwa Xavi melakukan apa yang ingin ia lakukan ketika tiba. Namun, ia merasa tidak bisa. Tidak ada kekurangan spekulasi bahwa ia akan menggertak dan menyapu veteran Pique, Jordi Alba, dan Sergio Busquets keluar dari ruang ganti ketika ia mengambil alih tahun lalu.

Tapi, itu tidak mungkin karena mereka masih pemain terbaik tim. Barcelona juga terseok-seok ingin mendapat posisi empat besar.

Kini, dengan kemungkinan bahwa jika pemain tertentu pergi, yang lain bisa datang, kepergian Pique bukanlah hal yang tidak terpikirkan. Jika anggota klub memilih minggu ini untuk mengizinkan klub menjual 49 persen dari lengan ritelnya dan 25 persen dari pendapatan hak siar TV di masa depan, akan ada ruang lingkup yang lebih besar untuk membangun kembali.

Xavi ingat bagaimana Guardiola pindah, lalu Deco, disusul Ronaldinho, kemudian Samuel Eto’o. Dengan begitu, ia dan Iniesta dan Messi bisa menjadi pemimpin. Terkadang jenderal yang lebih tua harus pergi sebelum yang baru berdiri. Ada juga kekhawatiran tentang kebugaran.

Pique melewatkan 31 laga liga selama dua musim terakhir karena cedera yang sekarang –ia berusia 35 tahun pada Februari– membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

 

Presiden Barca Suatu saat Nanti

Ia telah berjanji kepada Xavi akan kembali ke puncak fisiknya untuk awal musim depan dan sudah bekerja untuk itu. Xavi juga tahu bahwa ketika fit musim lalu, Pique adalah bek terbaik Barcelona dari jarak tertentu.

Pique juga, di masa lalu, menunjukkan keinginan untuk mundur dari komitmen komersial.

Radio Spanyol Cope melaporkan bahwa ia membatalkan penampilannya di Valencia minggu lalu untuk mempresentasikan semifinal Piala Davis dan itu bukan kali pertama ia mengundurkan diri dari turnamen tenis yang telah diubah perusahaannya.

Pique juga berada di belakang Piala Dunia Balon tahun lalu. Itu sebuah turnamen internasional yang dimainkan di ”lapangan” ruang tamu yang diolok-olok dan disiarkan di platform media sosial Twitch. Di sana para pesaing yang mengenakan helm pengaman berusaha menjaga balon pesta di udara selama dua menit.

Pique jarang keluar dari berita dan musim panas ini ia dan penyanyi Kolombia Shakira mengumumkan perpisahan, meminta privasi untuk putra mereka, Milan dan Sasha.

Situasi hubungan sang pemain diyakini tidak terlalu menjadi perhatian Xavi, tetapi cerita lain yang lebih dekat dengan sepak bola adalah masalahnya.

Dua bulan lalu Pique menggunakan salurannya di Twitch untuk membela diri terhadap tuduhan bahwa keterlibatannya dalam menyiapkan empat playoff final Piala Super Spanyol yang dipindahkan ke Arab Saudi. Hal itu dianggap tidak etis.

Perusahaan yang ia dirikan, Kosmos Holdings, menerima komisi 3,4 juta pounds (4 juta euro) dari Saudi untuk pengaturan turnamen empat tim yang dimainkan di sana hingga 2025.

Klub-klub kecil di Spanyol kesal ketika serangkaian percakapan WhatsApp, termasuk obrolan antara Rubiales dan Pique, yang membicarakan tentang bagaimana keuntungan akan dibagikan –Barcelona dan Madrid menghasilkan 7 juta pounds (8 juta euro) serta Atletico Madrid dan Valencia hanya 1,73 juta pounds (2 juta euro) dan 864 ribu pounds (1 juta euro).

Pique diisukan bermain untuk Barcelona di Real Sociedad setelah pengungkapan itu sebelum ia membela diri di saluran Twitch-nya. ”Saya tidak terganggu,” ucap Xavi soal kontroversi itu.

Xavi baru terganggu kalau pemainnya tidak berkomitmen kepada tim. Pemain tidak memberikan segalanya ketika latihan dan tidak mengikuti aturan. ”Pique brilian menjelang akhir musim. Kami malah merindukannya saat ia absen,” tambah Xavi.

Seorang komentator malah mengatakan, Pique yang fit adalah bek terbaik Barcelona. Pique yang tidak fit bek terbaik kedua mereka. Jadi, apa yang berubah untuk Xavi sekarang sehingga ia tidak begitu senang dengan situasinya.

Ini adalah awal yang baru. Jika klub dapat merekrut bek yang lebih baik musim panas ini, ketergantungan pada Pique bisa berkurang. Xavi jelas tidak menginginkannya.

Ingat, ketajaman bisnis Pique telah menguntungkan Barcelona di masa lalu. Pique membantu mengatur kesepakatan sponsor empat tahun mereka dengan Rakuten pada 2017 seharga 47 juta pounds (55 juta euro) per musim. Tidak ada yang akan terkejut jika Pique akhirnya menjadi presiden klub suatu hari nanti.

Tapi, untuk saat ini ia masih seorang pemain. Salah seorng yang hebat, tetapi menjelang akhir kariernya, dan dengan pelatih –mantan rekan setim dan teman– yang perlu memotong tagihan gaji, dan yang ingin membangun sesuatu yang baru dengan para pemimpin baru yang tidak terbelenggu oleh kehadiran orang lain yang telah meraih begitu banyak trofi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: