Empat RS Darurat Lapangan Jatim Resmi Ditutup: Terimakasih Pejuang Covid-19 Garda Depan!

Empat RS Darurat Lapangan Jatim Resmi Ditutup: Terimakasih Pejuang Covid-19 Garda Depan!

Pemulangan pasien RSDL Bangkalan25 Februari lalu-Radian Jadid-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Sudah tak ada lagi rumah sakit lapangan di Jatim. Pemprov Jatim resmi mengirim surat penutupan Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Bangkalan pada Senin 20 Juni 2022.

Penutupan juga berlaku untuk RS Lapangan Ijen Boulevard di Malang dan RS Lapangan Dungus di Madiun. Sementara itu, RSDL Indrapura sudah lebih dulu ditutup April lalu. 

Ketua Relawan Pendamping pada Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan (PPKPC-RSDLB) telah mengemasi barang-barangnya. Ia menulis kata-kata untuk perpisahan untuk semua tenaga kesehatan dan operasional RSDL yang berjibaku di garis depan menghadapi pandemi:

Terima kasih kepada awak media dan kawan-kawan jurnalis yang sungguh luar bisa membantu kami memberitakan progres dan capaian RSDLB serta tiada henti membantu mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan selama masa pandemi covid-19.

Media menjadi salah satu pilar yang cukup kokoh dan signifikan dalam penanggulangan covid-19, khususnya menyajikan pemberitaan yang dapat membantu masyarakat memahami dan berkontribusi dalam upaya mengatasi covid-19.  

Terima kasih pula pada semua personil RSDLB yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, atas dedikasi dan pengabdiannya pada kemanuasiaan sehingga kita bisa berkolaborasi dalam tugas yang mulia ini dan telah menjadi sebuah keluarga besar yang saling bersinergi dan menanam kebaikan untuk sesama. InsyaAllah ini akan menjadi catatan amal kebajikan kita dan semoga Allah selalu memberkati dan meridhoi semua langkah kita.


Radian Jadid mengemasi barang-barangnya setelah RSDL Bangkalan resmi ditutup.-Radian Jadid-

Jadid mengatakan, kebersamaan dan gotong royong para relawan kemanusiaan yang tergabung dalam RSDLB sudah sangat kental. Semua personil baik dokter, perawat, apoteker, analis medis, admin, sarpras, relawan pendamping, CS, satpam dan personil lainnya dibantu berbagai pihak telah bekerja maksimal mendedikasikan diri untuk berperan dalam penanggulangan covid-19 khususnya di Jawa Timur. 

Untuk itu atas nama relawan pendamping, Jadid menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, BPBD Jawa Timur, beserta seluruh jajarannya  yang telah memberikan banyak fasilitas dan dukungan luar biasa sehingga relawan pendamping dapat melaksanakan tugas kemanusiaan di RSDL Bangkalan dalam rangka membantu mengatasi pandemi covid-19. 

RSLB memiliki 56 personil relawan (nakes dan non nakes) serta 46 tenaga security dan CS, dan kapasitas 336 bed/tempat tidur. RSDLB  telah menangani 916 pasien covid-19. 836 orang dinyatakan sembuh, 32 orang dirujuk ke faskes yang lebih tinggi serta 48 orang melanjutkan isolasi mandiri. Sedangkan angka kematian adalah 0 (nol).  

Jadid mengatakan, penutupan RSDLB bukan akhir dari pengabdian rekan-rekan relawan. Sumbangsih akan terus mereka berikan melalui Task Force Kemanusiaan Kantin ITS (TFKKITS).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam pertimbangannya menjelaskan bahwa berdasarkan data kondisi saat ini, penanganan pandemi covid-19 sudah semakin terkendali dan pemerintah pusat telah melonggarkan kebijakan pemakaian masker yang menunjukkan bahwa pandemi covid-19 kemungkinan akan segera berakhir dan menjadi endemi. 

Selain itu RSDLB sudah tidak merawat pasien covid, sehingga untuk efisiensi anggaran kegiatan operasional, pelayanan RS lapangan tersebut segera dihentikan dan dilakukan penutupan. 

Juga adanya pertimbangan bahwa masa pinjam pakai barang milik negara kepada Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) telah selesai dan harus dikembalikan dan dituangkan dalam berita acara serah terima.  (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: