Wushu artikel

Comeback Zoura Nebulani Usai Cedera Lutut

Comeback Zoura Nebulani Usai Cedera Lutut

Zoura Nebulani saat menjajal lapangan Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022 di Graha Unesa, Jumat, 16 September 2022. -Cynthia Dara Fitriani/Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Zoura Nebulani sudah berkali-kali mengharumkan nama Indonesia. Ia sudah mengunjungi lima negara untuk mengikuti kompetisi wushu.

Kali ini ia datang  Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022 mewakili Jawa Barat. Usianyi kini 18 tahun. Pada PON XX Papua, dia yang berhasil meraih 1 medali emas, dan 1 medali perak. 

Sebelumnya, dia telah berhasil meraih juara dunia dan Asia sebanyak 5 (lima) kali.  Perjalanan kompetisinya telah dimulai sejak tahun 2012. Saat itu ia berlaga pada kategori Junior. 

Beberapa kejuaraan dia ikuti. Mulai dari Filipina, Makau, Turki dan Mongolia, hingga luar Asia seperti Bulgaria. Dia berhasil menyabet empat medali emas, dan satu medali perunggu. 

Menang hari ini bukan berarti menang esok hari. Saat ajang Internasional Sea Games di Vietnam lalu, emas belum bisa ia bawa pulang. Saat itu ia menduduki peringkat empat, nomor tanding pedang, tombak, dan tangan kosong. 

Walau begitu, pertandingan bukan hanya tentang menang dan kalah saja. Banyak kesan dan pelajaran lain yang didapatkan. Kesan berlaga di ajang internasional membekas di hatinya. "Senang, ketemu lawan sekaligus teman dari negara asing," kata atlet kelahiran , Bandung,  13 Oktober 2004 itu.

Menurutnya ada banyak negara yang memiliki kualitas atlet wushu tingkat tinggi. Selain Tiongkok, ada Malaysia, Singapore, dan Vietnam. "Tapi sebenernya yang paling susah itu lawan diri sendiri,” ujar atlet yang menjaga tradisi wushu keluarganyi itu.

Dalam Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022 kali ini, Zoura bertanding di nomor pedang dan tombak. 

Kejurnas menjadi arena pemanasan baginya setelah pemulihan cedera lutut kiri. Jika ada lompatan yang sulit atau gerakan yang kurang cocok dapat diperbaiki setelah pertandingan ini. 

Lebih jauh lagi, ia mempersiapkan diri untuk berbagai kejuaraan yang sudah menanti. Yakni Pekan Olahraga Daerah, yang kemudian menjadi gerbang untuk menuju PON, Sea Games, kejuaraan asia hingga tingkat dunia. (Gusti Ayu Yulia D.) 

Sumber: