Mijn Roots Mencari Orang Tua Kandung: Sulit Dapat Sponsor Visa (93)

Mijn Roots Mencari Orang Tua Kandung: Sulit Dapat Sponsor Visa (93)

PERWAKILAN MIJN ROOTS Ana Maria, Dewi Deijle, Bud Wichers menemui perwakilan Kementerian Luar Negeri Azis Nurwahyudi. Aktivis Mijn Roots pernah menemui Azis ketika ia bertugas di Belanda.-Dok Mijn Roots-

Makin banyak anak adopsi yang ingin kembali ke negeri asalnya: Indonesia. Namun, upaya itu tak mudah. Terutama yang belum menemukan keluarga kandung. Mereka perlu sponsor atau penjamin agar bisa tinggal di bumi Nusantara.

YTH Bapak/Ibu

Imigrasi

Nama saya Ana.

Saya lahir di Indonesia sampai umur 2,5 tahun dan berpisah dari saudara kandung karena diadopsi ke Belanda. Saya besar di Belanda. Umur 18 tahun saya mencari ortu kandung saya dan bisa bertemu. Sekarang saya tinggal di Surabaya punya kitas Diaspora Ex-WNI c318 repatriasi.

Kami mendirikan Yayasan Mijn Roots di Belanda untuk membantu bantu anak-anak adopsi (Diaspora) mencari ortu di Indonesia. Sudah 60 saudara bisa bertemu. Ada juga anak adopsi yang mau tinggal di tanah lahir asalnya dan minta kitas c318 juga, tapi belum bisa bertemu saudara kandung. Kalau situasinya begitu, apakah teman WNI kami bisa dapat sponsor?

Salah satu pendiri Mijn Roots Ana Maria memperjuangkan teman-temannyi agar dapat Kitas Diaspora Ex-WNI C318 dari Kantor Imigrasi Indonesia. Ana sudah dapat dan menetap di Surabaya. Namun, banyak rekan diaspora senasib yang masih kesulitan.

Ada 3.040 anak adopsi Indonesia di Belanda yang menyandang status diaspora itu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diaspora diartikan sebagai masa tercerai-berainya suatu bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tersebut tidak memiliki negara, misalnya bangsa Yahudi sebelum negara Israel berdiri pada 1948.


Ana Maria van Valen menemui keluarga anak-anak adopsi di Belanda.-Bud Wichers/Harian Disway-

Lebih dari 3 ribu anak itu terpisah dari Indonesia gara-gara praktik adopsi ilegal pada 1973 hingga 1983. Ada yang diculik. Ada pula yang dibeli dengan iming-iming uang.

Pengertian diaspora di Peraturan Presiden RI Nomor 76 Tahun 2017 lebih luas. Diaspora dikenal sebagai WNI yang tinggal atau bekerja di luar negeri, eks WNI, warga negara asing (WNA) anak eks WNI, serta WNA yang orang tua kandungnya WNI.

Banyak anak adopsi kini mencari orang tuanya. Usia mereka 25 hingga hampir 50 tahun. Upaya pencarian itu tak mudah. Mereka perlu banyak waktu untuk tinggal di Indonesia agar bisa berkumpul dengan keluarga kandung. 

Karena itulah, Ana memperjuangkan kemudahan visa untuk mereka. Mijn Roots beberapa kali demo di Belanda. Pemerintah Negeri Kincir Angin turut melakukan riset dan berupaya membantu dengan menjalin kerja sama dengan instansi di Indonesia.

Beberapa waktu lalu Ana dan aktivis Mijn Roots lainnya, Dwi Deilje, juga mendatangi Kementerian Luar Negeri Indonesia. Mereka intens berkomunikasi. Harapannya, ada kemudahan untuk ribuan anak-anak adopsi mencari orang tua kandungnya. Dan tentu biar Indonesia tahu ada rakyatnya yang butuh pertolongan.

Bagi saya, mereka tetap orang Indonesia. Status kebangsaannya memang Belanda. Namun, itu bukan pilihan mereka. Situasi dan kondisi membuat mereka menjalani kehidupan jauh dari tanah kelahiran. 

Orang-orang yang sudah menemukan keluarga kandung bisa dengan mudah dapat izin tinggal. Keluarga mereka bisa jadi sponsor atau penjamin visa.


Ana Maria dan Yanien membawa bendera Indonesia.-Bud Wichers/Harian Disway-

”Nah, yang miris misalnya Yanien. Dia diculik waktu umur 10 tahun. Dengan surat-surat palsu dia diadopsi  ke Belanda,” kata Ana. Keluarga yang mengadopsi mengubah tanggal lahirnya tiga kali demi mendapatkan paspor identitas Belanda yang baru. Kini Yanien kesulitan tinggal di Indonesia.

”Beruntung, Kemenlu tidak melihat kami sebagai WNA, tapi diaspora sehingga sekarang membuatnya sedikit lebih mudah. Tapi, tetap saja beberapa dari kami membutuhkan sponsor untuk tinggal di sini,” keluh perempuan yang tinggal di CitraLand Surabaya itu. 

Wahai pejabat Imigrasi dan Kemenlu RI, tolong dicarikan solusinya. Mereka juga sama sepertimu. Rakyat Indonesia! (Salman Muhiddin)

 

Di Kolombia Bisa Dua Paspor. BACA BESOK!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: