Chat GPT Banjir Protes, Dianggap Melanggar Undang-Undang

Chat GPT Banjir Protes, Dianggap Melanggar Undang-Undang

OpenAI perusahaan pengembang kecerdasan buatan asal San Francisco--openai.com

HARIAN DISWAY - ChatGPT mendapat banyak protes dari regulator. Ini dapat menyebabkan penundaan dalam penerapan ChatGPT dan sistem AI yang serupa.

Organisasi penelitian nirlaba Center for AI and Digital Policy (CAIDP) telah mengajukan keluhan kepada Federal Trade Commission (FTC) yang menyatakan bahwa OpenAI melanggar Undang-Undang FTC dengan merilis model AI bahasa besar seperti GPT-4.

Menurut CAIDP, model ini dituduh bias, menipu, dan mengancam privasi serta keamanan publik. Selain itu, model tersebut gagal memenuhi pedoman Komisi yang meminta AI harus transparan, adil, dan mudah dijelaskan. Hal ini dikutip dari Engadget, pada Jumat, 31 Maret 2023.

Regulator ingin FTC menyelidiki OpenAI dan menangguhkan rilis model bahasa besar di masa depan sampai mereka memenuhi pedoman agensi tersebut.

Para peneliti ingin OpenAI mewajibkan tinjauan independen terhadap produk dan layanan GPT sebelum diluncurkan. CAIDP juga berharap FTC akan membuat sistem pelaporan insiden dan standar formal untuk generator AI.

Presiden CAIDP, Marc Rotenberg, termasuk di antara mereka yang menandatangani surat terbuka tersebut. Surat itu menuntut agar OpenAI dan peneliti AI lainnya berhenti bekerja selama enam bulan untuk memberikan waktu diskusi etika. Pendiri OpenAI, Elon Musk, juga menandatangani surat tersebut.

Kritik terhadap ChatGPT, Google Bard, dan model chatbot AI serupa semakin banyak. Kritik tersebut termasuk pernyataan yang tidak akurat, ujaran kebencian, dan bias.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: