Menag Yaqut Ajak Jangan Pilih Capres yang Pernah Jadikan Agama Sebagai Alat Politik.

Menag Yaqut Ajak Jangan Pilih Capres yang Pernah Jadikan Agama Sebagai Alat Politik.

Menag Yaqut Cholil Qoumas-kemenag-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menteri Agama Yaqut Choli Qoumas mengeluarkan ajakan untuk mencermati betul rekam jejak calon pemimpin jelang pemilu tahun 2024. 

Hal tersebut ia lontarkan saat menghadiri Tabligh Akbar Idul Khotmi Nasional Thoriqoh Tijaniyah ke-231 di Pondok Pesantren Az-Zawiyah, Tanjung Anom, Garut, Jawa Barat.

Di hadapan ratusan peserta Tabligh Akbar, Yaqut menghimbau masyarakat agar tidak memilih pemimpin yang punya rekam jejak memecah belah umat. 

BACA JUGA:Cawapres Prabowo Ditentukan Akhir September, PBB Tetap Legowo Jika Yusril Bukan Cawapres

"Harus dicek betul. Pernah nggak calon pemimpin kita, calon presiden kita ini, memecah-belah umat. Kalau pernah, jangan dipilih," katanya. 

Selain memecah belah, Yaqut juga mengajak untuk tidak memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai alat politik untuk memperoleh kekuasaan. 

"Kita lihat calon pemimpin kita ini pernah menggunakan agama sebagai alat untuk memenangkan kepentingannya atau tidak. Kalau pernah, jangan dipilih," tegasnya. 

BACA JUGA:PKS Tak Ikut Deklarasi Anies-Muhaimin, Dahlan Iskan: Bisa Jadi Taktik

Karena menurut Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor ini, Agama seharusnya dapat melindungi kepentingan seluruh umat dan masyarakat. 

“Umat Islam diajarkan agar menyebarkan Islam sebagai rahmat, rahmatan lil 'alamin, rahmat untuk semesta alam. Bukan rahmatan lil islam tok," kata Gus Men panggilan akrabnya. 

Karenanya, pemimpin yang ideal, menurut Yaqut, harus mampu menjadi rahmat bagi semua golongan. 

Hal ini bertujuan agar bangsa Indonesia memperoleh pemimpin yang amanah dan dapat mengemban tanggung jawab kemajuan negeri ini. 

"Saya berpesan kepada seluruh ikhwan dan akhwat ini agar nanti ketika memilih para pemimpin, memilih calon pemimpin kita, calon presiden dan wakil presiden, kita, lihat betul rekam jejaknya," seru Gus Men.(*) 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: