Trans Semanggi Suroboyo Dilimpahkan ke Pemkot Tahun Depan, Tarif Jadi Lebih Murah

Trans Semanggi Suroboyo Dilimpahkan ke Pemkot Tahun Depan, Tarif Jadi Lebih Murah

Trans Semanggi melintas di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.-BOY SLAMET-Harian disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Kabar baik bagi warga SURABAYA yang biasa menggunakan Trans Semanggi Suroboyo (TSS). Mulai tahun depan, tarif akan lebih murah. Dari Rp 6.200 menjadi Rp 5.000 untuk durasi maksimal 2 jam.

Pengelolaan bus milik Kementerian Perhubungan tersebut bakal diambil alih Pemerintah Kota Surabaya. Rencananya, efektif berlaku mulai Januari 2024. Dan melayani rute-rute yang selama ini sudah ada.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengatakan, pelimpahan tersebut karena satu alasan. Bahwa selama ini operasional TSS dengan sistem buy the service (BTS) itu menggunakan APBN. “Kendalanya harus pakai dua tarif yang beda, dari TSS ke Suroboyo Bus,” ujarnya saat dihubungi, Rabu, 29 November 2023.

BACA JUGA:Hendak Bantu Warga yang Terjebak Demo Buruh, Dua Anggota Satpol PP Surabaya Dikeroyok

Kemudian ada tambahan anggaran transportasi publik sebesar Rp 36,5 persen pada APBD 2024 Kota Surabaya. Artinya, anggaran ini naik dari yang sebelumnya 0,6 persen, kini menjadi 1 persen. Dari Rp 74 miliar menjadi Rp 110.5 miliar.

Nah, ongkos pengelolaan TSS diambilkan dari sana. Dan sudah disiapkan sebesar Rp 18 miliar. “Tapi, yang mengoperasikan tetap pihak ketiga dari Kemenhub itu. Pemkot cuma mengambil alih,” tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Selain itu, kata Aning, penambahan anggaran tentu untuk membuat transportasi publik yang lebih nyaman di Kota Surabaya. Bahkan, akan ada penambahan 50 unit feeder dan 22 angkutan umum listrik. 

Semua armada baru tersebut digunakan untuk menyokong rute-rute yang sudah ada. Seperti Purabaya-Rajawali dan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)-Benowo. Tentu juga memungkinkan untuk rute-rute baru. “Yang rute baru masih dikaji. Nanti kita rencanakan dulu, baru pelelangan tahun depan,” ungkapnya. 

BACA JUGA:Razia di Panti Pijat di Surabaya Barat, Satpol PP Jaring 11 Terapis dan 4 Pengunjung

Menurut Aning, pengambilalihan TSS dan penambahan armada itu otomatis bakal meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor transportasi publik. Sebab, semua penambahan armada itu diikuti dengan sistem BTS. 

Pemkot tidak lagi perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan dan pemeliharaan.  “Kalau sekarang kan PAD itu 30 persen dari keseluruhan pendapatan transportasi. Nah, kalau dipotong biaya perawatan kira-kira bisa jadi 60 persen nanti,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Surabaya Ali Mustofa mengatakan bahwa pelimpahan TSS masih dikoordinasikan dengan Kemenhub. Yang jelas, tidak akan ada perubahan apa pun untuk operasional. “Untuk tarif bisa sama dengan Suroboyo Bus  dan Wirawiri. Namun, masih kami konsultasikan dengan tenaga ahli,” jelasnya. (Mohamad Nur Khotib)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: