Isi Pidato Terakhir Ali Khamenei di Hadapan Keluarga dan Bangsa Iran

Isi Pidato Terakhir Ali Khamenei di Hadapan Keluarga dan Bangsa Iran

Isi pidato Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebelum gugur.-Tangkapan layar-

HARIAN DISWAY — Kabar wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu gelombang informasi yang beredar luas di berbagai platform. Termasuk narasi yang disebut sebagai pidato terakhirnya di hadapan keluarga.

Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel, di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Sebelum media pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lebih dulu menyampaikan pernyataan mengenai kematian pemimpin tertinggi Iran itu.

Sejumlah media Iran sempat membantah informasi tersebut dan menyatakan bahwa Ali Khamenei masih hidup serta telah dievakuasi ke lokasi yang aman. Namun, beberapa jam kemudian, CNN melaporkan telah menerima konfirmasi resmi dari media pemerintah Iran bahwa kabar wafatnya Ali Khamenei benar adanya.

BACA JUGA:Iran Lancarkan Serangan Balik ke Markas-Markas AS di Qatar, Bahrain, dan Kuwait

BACA JUGA: Dikeroyok AS dan Israel, Iran Siap Bela Diri Berdasar Pasal 51 Piagam PBB

Kabar ini menyelimuti Iran dengan suasana duka. Tak lama setelah konfirmasi resmi beredar, muncul narasi yang diklaim sebagai pidato Ali Khamenei kepada keluarganya.

Berdasarkan unggahan akun @IRIran_Military pada Ahad, 1 Maret 2026, berikut isi pidato yang disebut-sebut disampaikan Ali Khamenei:

“Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Di antara orang-orang yang beriman ada orang-orang yang menepati janji mereka kepada Allah; ada sebagian di antara mereka yang telah menepati janji mereka dan sebagian lagi yang masih menunggu, dan mereka tidak berubah sedikit pun (Al-Qur’an 33:23).”

“Bangsa Iran telah sepenuhnya mempelajari pelajaran Islam dan Syiah; mereka tahu apa yang harus dilakukan. Imam Husain (semoga kedamaian menyertainya) menyatakan, ‘Orang seperti saya tidak akan pernah berbaiat kepada orang seperti Yazid.’ Pada intinya, rakyat Iran mengatakan: bangsa seperti kita, dengan budaya ini, sejarah ini, dan ajaran-ajaran luhur ini, tidak akan pernah berbaiat kepada para pemimpin seperti tokoh-tokoh korup yang berkuasa di Amerika Serikat saat ini.”

“Izinkan saya mengatakan kepada Anda secara terbuka: setiap kali saya berpikir bahwa perang ini, kesyahidan ini, dan arena kehormatan serta pertumpahan darah ini mungkin akan berakhir, dan bahwa kita mungkin akan tetap ada hanya untuk suatu hari mati dengan cara biasa, mungkin karena kecelakaan, seperti yang dialami banyak orang, atau karena penyakit, demi Allah, hanya memikirkan hal itu saja sudah menimbulkan tekanan yang begitu besar di hati saya.”

BACA JUGA:Trump Ajak Rakyat Iran Bangkit Gulingkan Rezim Republik Islam: Ini Mungkin Satu-Satunya Kesempatan!

BACA JUGA:Netanyahu: Rezim Pembunuh di Iran Tak Boleh Dibiarkan Punya Senjata Nuklir

“Kehilangan arena yang merupakan kontes untuk kehormatan abadi dan ilahi, perlombaan menuju Surga, lalu hanya mati dengan cara biasa; ini sangat sulit.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway.id