Netanyahu: Rezim Pembunuh di Iran Tak Boleh Dibiarkan Punya Senjata Nuklir
Netanyahu Sebut serangan Israel untuk memusnahkan ancaman eksistensial Israel, yakni Iran-Gil Cohen-Magen/AFP-
HARIAN DISWAY – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer "serangan preemtif" yang dilancarkan bersama Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Februari 2026, merupakan langkah krusial untuk melumpuhkan potensi nuklir Iran.
Netanyahu menyatakan bahwa dunia tidak boleh membiarkan "rezim pembunuh" di Teheran memperoleh senjata pemusnah massal (senjata nuklir), yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial bagi keberlangsungan negara Israel.
Dalam pidato nasionalnya, ia menyerukan rakyat Israel untuk tetap bersatu demi memastikan kejayaan abadi bangsa, sembari mengirimkan pesan provokatif agar rakyat Iran segera melepaskan diri dari belenggu tirani rezim mereka.
Situasi di lapangan terus memanas seiring dengan laporan militer Israel mengenai adanya gelombang tambahan rudal yang ditembakkan Iran sebagai bentuk aksi balasan.
BACA JUGA:Sirine Meraung di Yerusalem, Israel Deteksi Serangan Balasan Iran, Warga Diminta Berlindung
BACA JUGA:Trump Targetkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran dalam 'Operasi Militer Besar'
Eskalasi ini telah menyeret negara-negara tetangga ke dalam status siaga tinggi, termasuk Yordania yang segera mengerahkan angkatan udaranya untuk melakukan latihan pertahanan guna melindungi wilayah udara kerajaan.

Kota Yerusalem pada 28 Februari 2026, Militer Israel mengumumkan bahwa mereka mendeteksi serangan balasan dari Iran dan meminta warga untuk berlindung-Ahmad Gharabli/AFP-
Suara sirene peringatan bahkan dilaporkan terdengar hingga ke ibu kota Amman, menandakan bahwa dampak pertempuran ini telah meluas melintasi batas-batas negara.
Hingga saat ini, pihak militer Israel terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan proyektil di udara sementara warga sipil tetap diinstruksikan untuk berlindung di bunker-bunker keamanan.
Netanyahu menegaskan bahwa operasi gabungan ini adalah harga yang harus dibayar untuk menghapus ancaman jangka panjang dan memastikan keamanan regional dari ambisi militer Teheran yang kian agresif.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: