Media Iran: AS Akan Cairkan Aset Iran Senilai USD12 Miliar
Media Iran melaporkan bahwa AS akan mencairkan aset-aset beku dari rekening luar negeri senilah USD 12 miliar-AFP-
HARIAN DISWAY - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah tercapai pada Senin, 15 Juni 2026. Namun detail tentang apa saja yang disepakati belum terlalu jelas.
AS dilaporkan bakal mencairkan dana milik Iran sebesar USD 12 miliar (sekitar Rp196 triliun) yang selama ini dibekukan, sebelum dimulainya negosiasi kesepakatan damai lanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari tindak lanjut pengumuman mengejutkan pada Minggu, 14 Juni 2026, ketika Presiden AS Donald Trump dan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menyatakan perang di antara kedua negara resmi berakhir.
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa pencairan tahap awal tersebut mengacu pada 14 poin yang tertera di dalam naskah kesepakatan "MoU Islamabad".
Dokumen kesepakatan damai yang dimediasi oleh Pakistan tersebut menjabarkan bahwa total dana milik Teheran yang akan dicairkan mencapai USD 24 miliar selama periode negosiasi 60 hari yang dimulai setelah MoU resmi ditandatangani.
BACA JUGA:AS Akan Sedot Aset-Aset Iran untuk Bayar Kerusakan Perang di Negara-Negara Teluk
BACA JUGA:Kesepakatan Damai Tercapai, Blokade AS Terhadap Pelabuhan Iran Dihentikan Malam Ini
Pihak Iran sendiri telah menegaskan bahwa pembicaraan mengenai kesepakatan akhir baru akan berjalan setelah AS memenuhi komitmen pencairan aset tersebut. Bersamaan dengan proses ini, ketegangan di lapangan dipastikan mereda setelah AS mengakhiri blokade lautnya dan kedua pihak menyepakati penghentian operasi militer secara permanen, termasuk di Lebanon.
Upacara penandatanganan resmi MoU dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 di Swiss.
Di sisi lain, pemerintahan Trump belum memberikan komentar langsung mengenai rincian pencairan dana ini. Isu pemulangan aset tersebut diperkirakan akan memicu perdebatan sengit di Washington, terutama karena AS masih terus menekan Teheran untuk mengakhiri ambisi nuklirnya dan menyelesaikan persoalan cadangan uranium yang diperkaya tinggi—yang diyakini telah tertimbun oleh serangan udara AS pada tahun lalu.
BACA JUGA:Iran Tegaskan Draf MoU dengan AS Hanya Fokus Akhiri Perang, Bukan Soal Nuklir
BACA JUGA:Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Akan Dimakamkan Pada 9 Juli 2026
Dalam wawancaranya bersama New York Times pada hari Minggu, Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Washington masih menegosiasikan opsi agar Iran menangguhkan aktivitas pengayaan uranium mereka selama 20 tahun.
Pemimpin AS yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-80 tersebut sempat memberikan isyarat bahwa dirinya mungkin akan melunak dan menerima opsi penangguhan selama 15 tahun. Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa ia tidak ingin melakukan negosiasi ini melalui perantara media massa.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: