UAE Dilaporkan Cairkan Aset Iran Senilai Miliaran Dolar, Ada Emas 1,5 Ton
Ilustrasi emas dan Bitcoin sebagai aset beku milik Iran, di tengah laporan pencairan aset Iran oleh Uni Emirat Arab (UAE). -AI Generated-
HARIAN DISWAY – Uni Emirat Arab (UAE) dilaporkan mencairkan aset Iran yang dibekukan senilai miliaran dolar AS, termasuk sekitar 1,5-2 ton emas bernilai hingga 283 juta dolar AS, di tengah upaya meredakan ketegangan dengan Teheran.
Menurut laporan yang beredar pada 13 Agustus 2026, aset tersebut disebut dikirim dari UAE ke Iran menggunakan pesawat Boeing 737-7KK (A6-RJA) milik Royal Jet.
Pesawat dilaporkan terbang dari Abu Dhabi menuju Bandara Mehrabad di Teheran dan Bandara Payam di Karaj pada 11 dan 12 Agustus.
Sejumlah sumber senior di Teheran yang dikutip dalam laporan menyebut pencairan tersebut dilakukan agar Iran tidak menyerang UAE di masa mendatang.
Klaim itu muncul setelah sebelumnya beredar laporan mengenai kemungkinan UAE membuka kembali akses Iran terhadap miliaran dolar aset yang dibekukan.
BACA JUGA:Trump Balas Minta Ganti Rugi Perang ke Iran, Pembukaan Selat Hormuz Masih Menggantung
BACA JUGA:Iran Tetapkan Enam Syarat Baru Pembukaan Selat Hormuz
Reuters pada Juni lalu juga melaporkan rencana UAE untuk membuka miliaran dolar dana Iran, tetapi pemerintah UAE saat itu membantahnya dan menegaskan bahwa “Tidak ada dana Iran yang dibekukan yang telah dicairkan, ditransfer, atau difasilitasi melalui UEA.”
Persoalan aset Iran yang dibekukan telah menjadi salah satu isu penting dalam konflik AS-Iran.
Dalam laporan Al Jazeera pada 24 Juli 2026, Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam menggunakan aset Iran yang berada dalam penguasaan Washington untuk membayar kerusakan kapal dan kargo di Selat Hormuz.
Trump mengatakan kerugian tersebut akan dibayar menggunakan “Dana Iran yang saat ini berada di bawah kendali Amerika Serikat.” Ia menambahkan: “Kerugian yang ditimbulkan mungkin sangat besar, namun demikian, inilah langkah yang adil dan seimbang.”
BACA JUGA:Iran dan Oman Masuki Tahap Akhir Kesepakatan, Jalur Pelayaran Selat Hormuz Segera Dibuka Kembali
BACA JUGA:Perang Iran Kuras Stok Rudal, Pentagon Desak Industri Pertahanan AS Percepat Produksi Senjata
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian mengecam rencana tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: