Harga Minyak Dunia Turun ke Kisaran USD 80 Pasca-Kesepakatan Damai AS-Iran
Kapal Tanker membongkar muatan minyak di Terminal BBM Qindao, Tiongkok. Harga minyak dunia turun setelah kesepakatan damai AS-Iran -CN-STR/AFP -
HARIAN DISWAY - Harga minyak dunia dilaporkan merosot tajam mendekati level USD 80 per barel, sementara bursa saham terpantau menguat pada Senin, 15 Juni 2026.
Pergerakan positif ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah serta membuka kembali Selat Hormuz, yang memberikan gelombang kelegaan besar bagi pasar finansial global.
Jalur Selat Hormuz, yang biasanya menjadi rute transit bagi sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia, sempat ditutup oleh Teheran menyusul serangan koalisi AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.
Penutupan tersebut sempat memicu lonjakan hebat pada harga energi dunia. Kini, pasca-pengumuman damai, harga minyak mentah langsung anjlok sekitar lima persen, setelah sebelumnya sempat melambung melampaui USD 110 per barel di masa awal konflik.
Pasar saham Eropa merangkak naik pada perdagangan Senin siang, mengikuti tren penguatan yang terjadi di Asia, sementara mata uang dolar AS terpantau melemah.
Bursa saham Tokyo dan Seoul bahkan melonjak hingga sekitar lima persen berkat aliran dana yang kembali membanjiri perusahaan-perusahaan teknologi. Sentimen positif di Asia ini juga didorong oleh rekor penawaran umum perdana (IPO) saham SpaceX milik Elon Musk senilai USD 75 miliar pada pekan lalu.
BACA JUGA:Media Iran: AS Akan Cairkan Aset Iran Senilai USD12 Miliar
BACA JUGA:Pemerintah Iran Umumkan Perang Telah Berakhir, Penandatanganan Resmi 19 Juni
Di wilayah Tiongkok, bursa Shanghai ditutup menguat lebih dari satu persen, sedangkan Hong Kong naik 0,7 persen. Sementara itu di Eropa, bursa Paris dan Frankfurt menguat sekitar satu persen, tetapi penguatan bursa London cenderung tertahan akibat penurunan saham perusahaan raksasa energi seperti BP dan Shell seiring merosotnya harga minyak.
"Pasar Asia dan Eropa menikmati pemulihan berkat berita ini, tetapi skala kenaikannya tidak sebesar yang diperkirakan sebagian orang," ujar Russ Mould, direktur investasi di AJ Bell. "Hal itu sebagian karena pasar telah pulih dalam beberapa pekan terakhir, namun juga karena kekhawatiran terhadap inflasi tidak akan hilang begitu saja," katanya.

Kapal-kapal tanker yang diam bertumpu pada jangkar di lepas pantai Bandar Abbas, Iran. Kondisi Selat Hormuz semakin tak menentu setelah bentrokan-bentrokan kecil antara militer AS dan Iran mulai terjadi -Amirhossein Khorgooei/ISNA via AFP-
Kesepakatan damai yang dimediasi oleh Pakistan ini rencananya akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa kesepakatan tersebut langsung mengakhiri perang secara seketika, dan pembicaraan menuju "kesepakatan akhir" akan digelar dalam waktu dua bulan ke depan.
BACA JUGA:AS Umumkan Kesepakatan Damai dengan Iran Sudah Tercapai, Selat Hormuz Segera Dibuka
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: